Di sisi lain, performanya di lapangan memang sedang naik daun. Musim ini, dalam jumlah pertandingan yang lebih sedikit, dia sudah mengoleksi sembilan gol di Serie A. Melebihi total delapan gol yang dicetaknya sepanjang musim lalu. Perkembangannya jelas terlihat; dia bukan lagi sekadar pemain cepat dengan skill individu, tapi semakin matang dan mulai jadi sosok pemimpin.
“Bagi kami, ini soal hidup dan mati,”
Begitu kira-kira pernyataan Leao soal duel mendatang melawan Inter Milan akhir pekan ini. Derbi della Madonnina selalu spesial, apalagi kali ini mereka akan berhadapan dengan sang pemuncak klasemen. Leao dipastikan akan jadi ujung tombak utama.
Jadi, kondisinya sekarang cukup ideal bagi Milan. Mereka punya pemain dalam performa terbaik, yang juga punya ikatan emosional dengan klub. Tinggal bagaimana menyelesaikan urusan kontrak ini dengan baik, agar Leao bisa tetap memakai seragam merah-hitam untuk tahun-tahun ke depan. Momennya tepat, dan tekanan dari luar liga membuat keputusan harus diambil dengan cepat.
Artikel Terkait
Liverpool Tegaskan Alisson Tak Dijual, Nasib Mamardashvili Dipertanyakan
Kekalahan PSM Makassar Picu Kerusuhan Suporter dan Isu Pergantian Pelatih
Fajar/Fikri Lolos ke 16 Besar All England, Tantangan Berat Menanti Lawan Rekan Senegara
Dua Ganda Campuran Indonesia Pastikan Satu Tiket Perempat Final All England