Dinamika internal tim juga patut dicermati. Kedatangan Sergio Castel rupanya memicu persaingan sehat. Tak ada lagi posisi yang benar-benar nyaman. Setiap pemain harus tunjukkan yang terbaik kalau ingin masuk starting eleven. Efeknya terasa sampai di lapangan. Pemain-pemain pengganti tak sekadar mengisi waktu, mereka langsung memberi dampak.
“Semua pemain pengganti memberikan dampak besar,” aku Hodak. “Kami tidak bisa hanya bergantung pada sebelas pemain pertama.”
Di sinilah kekuatan Persib mulai terbentuk: kedalaman skuad. Saat lawan kelelahan, mereka justru menaikkan tempo. Dominasi di menit-menit akhir jadi ciri khas baru mereka belakangan ini.
Nanti di Surabaya, ceritanya bakal lebih dari sekadar 22 pemain. Dua filosofi pelatih akan bentrok. Di satu sisi ada Hodak dengan fleksibilitas dan rotasi pemainnya. Di sisi lain, Bernardo Tavares pelatih Persebaya, dikenal dengan disiplin struktural dan organisasi tim yang rapat. Siapa yang bisa mengendalikan ritme permainan, dialah yang paling mungkin membawa pulang poin.
Tapi hati-hati dengan euforia. Hodak pasti paham, bahaya terbesar setelah kemenangan besar adalah rasa puas. Sepak bola Indonesia sudah terlalu sering mempertontonkan tim yang terjatuh justru saat ekspektasi memuncak. Fokus latihan Persib pun, konon, lebih diarahkan pada stabilitas, bukan selebrasi.
Konsistensi. Itu kata kuncinya sekarang. Setiap poin di fase ini terasa sangat berat. Laga melawan Persebaya bukan cuma duel gengsi, tapi pertarungan untuk mempertahankan momentum menuju penghujung musim.
Persib datang dengan optimisme yang baru dipupuk. Persebaya datang dengan beban tekanan sebagai tuan rumah. Di antara kedua hal itu, pertandingan dipastikan akan ketat dan panas sejak peluit awal dibunyikan.
Pertanyaannya sederhana: apakah momentum Persib cukup kuat untuk bertahan di bawah tekanan Surabaya? Jawabannya akan tersaji di Gelora Bung Tomo, Senin malam nanti. Saat dua filosofi bertabrakan, dan Persib harus buktikan bahwa pesta gol di Bandung bukan cuma kebetulan semata.
Artikel Terkait
Nasib Berbeda Dua Tanque Brasil di Liga Indonesia: Ramon Bangkit, Alex Mandek
Mario Suryo Aji Amankan Start Posisi 9 di Kualifikasi Moto2 Thailand
Veda Pratama Sabet Posisi Kelima Start Moto3 Thailand, Ungguli Rival Malaysia
Veda Ega Pratama Amankan Posisi Kelima Grid Start Moto3 Thailand