MURIANETWORK.COM - Andrew Jung, gelandang Persib Bandung, mengungkapkan faktor kunci yang membuat timnya gagal meraih kemenangan telak atas Ratchaburi FC. Kekalahan agregat 1-3 di babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026 itu dipastikan meski Maung Bandung menang tipis 1-0 dalam laga kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026) malam. Kartu merah untuk Uilliam Barros di akhir babak pertama menjadi titik balik yang menyulitkan skuad asuhan Luis Milla untuk membalikkan keadaan.
Dominasi yang Terpenggal oleh Kartu Merah
Suasana di GBLA malam itu sempat penuh harapan. Persib tampil agresif sejak awal, menekan pertahanan Ratchaburi dan menciptakan sejumlah pelaya ng berbahaya. Tekanan itu akhirnya berbuah gol di menit ke-39 melalui Andrew Jung, yang setidaknya menjaga asa untuk melanjutkan kejar-kejaran agregat.
Dominasi itu, sayangnya, harus terhenti mendadak. Di masa injury time babak pertama, tepatnya menit ke-45 6, Uilliam Barros menerima kartu merah langsung. Insiden ini memaksa Persib harus bermain dengan sepuluh pemain selama seluruh babak kedua.
Andrew Jung Akui Bermain Sepuluh Lawan Sebelas Sangat Sulit
Dalam konferensi pers usai laga, Andrew Jung dengan jujur mengakui dampak besar dari pengurangan pemain tersebut. Dia menggarisbawahi performa solid timnya di babak pertama sebelum situasi berubah drastis.
“Ya, seperti kata pelatih. Babak pertama kami bermain bagus. Kami punya peluang, kami mencetak gol. Tapi setelah itu, bermain 10 melawan 11 lebih sulit untuk menang,” tutur Jung.
Pemain berusia 28 tahun itu juga menegaskan bahwa akar masalah sebenarnya bukan pada pertandingan di Bandung. Menurutnya, kekalahan besar di leg pertama sudah membebani psikologis dan taktis tim.
“Kami tersingkir, tapi seperti kata pelatih, kami kalah di pertandingan pertama. Bukan sekarang,” tegasnya.
Dukungan Luar Biasa di Tengah Kekecewaan
Meski kecewa karena gagal melaju, Jung tak lupa mengapresiasi semangat puluhan ribu Bobotoh yang memenuhi tribun GBLA. Dukungan mereka, di tengah situasi sulit bermain dengan sepuluh pemain, terasa sangat berarti bagi para pemain di lapangan.
“Saya kecewa karena kami tidak lolos. Tapi suporter di sini luar biasa. Rasanya seperti kami bermain dengan satu pemain tambahan,” ujarnya.
Meski demikian, apresiasi itu tidak mengurangi rasa sesal atas hasil akhir. Jung sekali lagi menyampaikan perasaan campur aduknya usai laga.
“Tapi ya, itu saja. Saya senang dengan dukungan suporter hari ini, luar biasa lagi. Tapi kami tidak lolos, dan saya kecewa dengan itu,” ungkapnya.
Kegagalan di ACL 2 ini menutup perjalanan Persib di kancah Asia untuk musim ini. Perhatian tim kini harus segera dialihkan ke persaingan domestik, dengan segudang pelajaran berharga dari pengalaman menghadapi tekanan dan dinamika pertandingan tingkat kontinental.
Artikel Terkait
Persib Siapkan Surat Protes ke AFC Usai Kekalahan Kontroversial dari Ratchaburi
Kisah Cinta Casey Stoner dan Adriana: Berawal dari Tanda Tangan di Perut Penggemar
Persib Tersingkir dari Liga Champions AFC Usai Kemenangan Tipis, Insiden Suporter Warnai Laga
Shayne Pattynama Antisipasi Debut Perdana di Jakarta International Stadium