Osimhen Buka Suara: Insiden TikTok dan Janji yang Diingkari Picu Kepergian dari Napoli

- Selasa, 17 Februari 2026 | 19:00 WIB
Osimhen Buka Suara: Insiden TikTok dan Janji yang Diingkari Picu Kepergian dari Napoli

“Itu semua bohong. Saya minta maaf kepada para penggemar, tetapi saya mengerti dan mengagumi mereka: mereka mendukung klub, apa pun yang terjadi. Bagi mereka, Napoli lebih penting daripada segalanya,” ujarnya.

Perlakuan yang Memicu Keputusan Pergi

Meski telah memperpanjang kontrak pada Desember 2023, Osimhen mengaku sudah ada kesepakatan lisan bahwa ia boleh pergi pada musim panas 2024. Namun, janji itu dianggapnya tidak dihormati. Situasi pun semakin memanas menjelang akhir masa jabatannya di Napoli.

“Mereka mencoba mengirim saya ke mana saja untuk bermain, tetapi mereka memperlakukan saya seperti anjing. Pergi ke sini, pergi ke sana, lakukan ini, lakukan itu. Saya bekerja sangat keras untuk membangun karier saya, dan saya tidak dapat menerima perlakuan seperti itu. Saya bukan boneka,” tudingnya dengan tegas.

Antonio Conte Ingin Ia Bertahan

Ironisnya, di tengah keruhnya hubungan dengan manajemen, datanglah Antonio Conte yang ditunjuk sebagai pelatih baru pada 2024. Sang pelatih ternyata memiliki pandangan berbeda dan menginginkan Osimhen tetap menjadi tulang punggung serangannya.

“Tentu saja, meskipun beberapa orang bilang dia tidak menginginkan saya. Serius? Pelatih mana yang saat itu tidak menginginkan saya?” kata Osimhen retoris.

Ia kemudian membeberkan percakapan mereka, “Begitu tiba, Conte memanggil saya ke kantornya dan mengatakan dia menyadari situasinya tetapi, terlepas dari segalanya, dia ingin saya tetap tinggal. Saya mengatakan saya ingin bekerja dengannya, tetapi kemudian saya telah membuat keputusan: Saya tidak ingin terus bekerja di tempat di mana saya tidak merasa bahagia.”

Kebahagiaan Baru di Galatasaray

Kini, di musim keduanya bersama Galatasaray, Osimhen menemukan ketenangan dan apresiasi yang ia dambakan. Kehidupan di Istanbul telah memberinya suasana baru yang positif, jauh dari hiruk-pikuk perseteruan di Napoli.

“Saya menemukan klub dan kota yang saya cintai. Mungkin itu keberuntungan. Begitu Anda tiba di Istanbul, Anda mengerti mengapa siapa pun yang pernah bermain di sini jatuh cinta pada tim dan orang-orangnya. Saya belum pernah mengalami hal seperti itu,” pungkasnya.

Kisah panjang itu akan berbuah pertemuan menarik dini hari nanti, ketika Galatasaray bersua dengan Juventus salah satu klub yang pernah mengincarnya di babak play-off Liga Champions. Pelatih Juventus saat ini adalah Luciano Spalletti, orang yang pernah membimbing Osimhen meraih scudetto. Pertemuan ini pasti akan sarat dengan narasi dan emosi bagi sang striker.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar