PSM Makassar Tumbang di Kandang Sendiri Usai Dibungkam Dewa United 2-0

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 22:00 WIB
PSM Makassar Tumbang di Kandang Sendiri Usai Dibungkam Dewa United 2-0

MURIANETWORK.COM - PSM Makassar harus menelan kekalahan pahit di kandang sendiri, Stadion Gelora BJ Habibie Parepare, setelah ditundukkan Dewa United dengan skor 2-0 dalam lanjutan BRI Liga 1. Dua gol tamu yang tercipta di masa injury time, melalui Vico Duarte dan Alex Martins, menjadi hukuman atas permainan pasif dan terlalu defensif yang ditunjukkan oleh tim asuhan Tomas Trucha sepanjang pertandingan. Kekalahan ini menghentikan tren positif mereka dan membuat posisi di klasemen turun ke zona rawan.

Strategi Bertahan yang Tak Bertahan Lama

Suasana di Stadion Gelora BJ Habibie sore itu diwarnai oleh pendekatan bermain yang mengecewakan dari tuan rumah. Meski diperkuat tiga pemain baru, PSM justru memilih untuk bertahan dalam blok rendah dan menunggu sejak menit awal. Garis pertahanan yang dirapatkan dan lini tengah yang lebih fokus memotong alur bola membuat serangan Dewa United bergulir nyaris tanpa gangguan berarti.

Sepak bola, bagaimanapun, seringkali tidak ramah kepada tim yang hanya menunggu. Dominasi permainan langsung direbut Dewa United. Stefano Lilipaly dan kawan-kawan mengatur tempo permainan dengan percaya diri, sementara PSM tampak hanya bereaksi. Peluang Jacques Medina di menit kesembilan menjadi salah satu sedikit momen di mana tim Makassar berani keluar dari cangkang pertahanannya.

Tekanan yang Akhirnya Berbuah Gol

Babak pertama berakhir tanpa gol, tetapi ketenangan itu lebih terasa rapuh. PSM tidak benar-benar mengendalikan permainan; mereka hanya bertahan. Situasi makin runyam di babak kedua ketika Victor Luiz menerima kartu merah pada menit ke-76. Bermain dengan sepuluh pemain memaksa pertahanan PSM semakin tertekan dan kehilangan daya dorong.

Tekanan yang terus-menerus akhirnya membuahkan hasil di penghujung waktu. Vico Duarte berhasil memecah kebuntuan di menit ke-90, sebelum Alex Martins menggenapkan keunggulan menjadi 2-0 empat menit berselang. Dua gol di ujung laga itu menjadi simbol sempurna dari sebuah dominasi yang tak pernah mendapat perlawanan berarti.

Pengakuan Jujur dari Sisi Lapangan

Dalam konferensi pers usai laga, pelatih PSM Tomas Trucha tidak menyembunyikan kekecewaannya atas penampilan timnya. Ia secara terbuka mengkritik performa buruk yang ditunjukkan anak asuhnya sejak awal pertandingan.

"Buruk, sangat buruk sejak awal pertandingan. Kita cuma melihat-lihat Dewa United memainkan bola," tuturnya dengan nada kecewa.

Pengakuan tersebut menyiratkan sebuah kegamangan taktis. Alih-alih memanfaatkan energi pemain baru untuk mengambil inisiatif, PSM justru terlihat gamang dan terlalu menghormati lawan, bahkan di hadapan pendukung sendiri.

Pelajaran Berharga Menuju Laga Berat

Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena mengubur momentum dari kemenangan sebelumnya. PSM kini tergelincir ke peringkat 13 dengan 23 poin, hanya berjarak delapan angka dari zona degradasi sebuah margin yang mengkhawatirkan di tengah persaingan ketat Liga 1.

Lebih dari sekadar angka, laga ini meninggalkan pertanyaan mendalam tentang mentalitas tim. Stadion kebanggaan seharusnya menjadi tempat untuk berani, bukan untuk bersembunyi. Strategi bertahan yang tanpa rencana serangan balasan yang jelas pada akhirnya hanya menumpuk tekanan hingga titik jebol.

Ujian berikutnya sudah menanti: tandang ke markas Persija Jakarta. Jika pendekatan yang sama, penuh kehati-hatian dan pasif, kembali diulang, risiko yang dihadapi bisa jauh lebih besar. Kekalahan di Parepare harus menjadi refleksi. Sepak bola selalu memberi kesempatan untuk menebus, tetapi itu memerlukan keberanian untuk berubah dan mengambil risiko.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar