MURIANETWORK.COM - Bursa transfer putaran kedua Liga 1 2025/2026 kembali bergulir dengan satu perpindahan yang menarik perhatian. Persis Solo secara resmi merekrut penyerang asal Liberia, Abu Razard Kamara, dari PSM Makassar. Pemain berusia 28 tahun itu hanya bertahan setengah musim di Makassar sebelum memutuskan melanjutkan kariernya di Solo, sebuah keputusan yang diduga kuat berkaitan dengan kesesuaian taktik.
Profil dan Rekor Statistik Striker Liberia
Abu Kamara bukanlah nama baru di sepak bola Asia Tenggara. Striker bertipe target man dengan tinggi 182 cm ini dikenal sebagai pemain yang tangguh dalam duel udara dan memiliki naluri mencetak gol yang tajam di dalam kotak penalti. Sepanjang karier profesionalnya, ia telah mengoleksi 36 gol dan 5 assist dari 86 penampilan, sebuah rasio produktivitas yang cukup solid untuk seorang penyerang utama.
Perjalanan kariernya terbilang berwarna, membawanya melintasi beberapa negara. Sebelum ke Indonesia, ia menunjukkan efisiensi tinggi bersama Al-Seeb Club di Oman dengan torehan 8 gol dari 10 pertandingan di liga domestik. Catatan mengesankan lainnya ia buat saat membela Kuching City di Malaysia pada musim 2022/2023, di mana ia mencetak 13 gol dari 22 laga.
Kesingkatannya di PSM dan Pertimbangan Taktik
Bergabung dengan PSM Makassar pada Agustus 2025, Kamara tampil dalam 13 pertandingan Liga 1 dan berhasil mencetak 3 gol serta 1 assist. Meski angka itu tidak buruk, posisinya dalam tim lebih sering menjadi bagian dari rotasi pemain. Analisis dari dalam lapangan menunjukkan, sistem permainan yang diusung pelatih Tomas Trucha menuntut kolektivitas tinggi, pressing intens, dan fleksibilitas pergerakan dari seorang striker elemen-elemen yang diduga kurang selaras dengan gaya permainan Kamara yang lebih mengandalkan fisik dan posisi sebagai ujung tombak tetap.
Dalam konferensi pers, Tomas Trucha memberikan pernyataan yang mencerminkan situasi tersebut dengan bahasa yang diplomatis namun jelas.
“Dia adalah pemain yang bagus, striker bagus. Namun inilah kehidupan dalam sepak bola,” tutur Trucha.
“Kadang-kadang kita bisa memenuhi ekspektasi yang ada, kadang-kadang tidak bisa,” lanjutnya.
Pernyataan pelatih asal Ceko itu mengisyaratkan bahwa keputusan melepas Kamara lebih didasarkan pada pertimbangan kecocokan dengan skema tim ketimbang soal kualitas individu pemain. PSM tampaknya memilih untuk konsisten dengan filosofi permainannya, sambil membuka ruang bagi profil penyerang lain yang dianggap lebih sesuai.
Harapan Baru di Persis Solo
Di sisi lain, Persis Solo bergerak cepat mengambil peluang. Kehadiran Kamara di skuad Laskar Sambernyawa diharapkan dapat menjadi solusi atas inkonsistensi lini depan mereka. Bagi tim asal Solo, striker Liberia itu menawarkan dimensi serangan yang berbeda: sebuah opsi fisik yang kuat dan berbahaya dalam situasi bola mati maupun umpan siling, yang bisa menjadi titik tumpu serangan mereka.
Perpindahan ini merupakan contoh nyata dari dinamika rumit di jendela transfer. Seorang pemain dengan rekam jejak yang baik di berbagai liga belum tentu langsung bersinar di setiap klub yang ia bela. Konteks taktik, sistem, dan peran yang diberikan menjadi penentu utama kesuksesan seorang pemain, di samping kualitas teknis yang ia miliki.
Bagi Abu Kamara, Stadian Manahan kini menjadi kanvas baru untuk membuktikan bahwa dirinya masih merupakan striker yang efektif. Sementara bagi PSM, langkah ini adalah bagian dari proses penyempurnaan skuad menuju visi permainan yang diinginkan. Pada akhirnya, seperti biasa dalam sepak bola, hanya waktu dan hasil di lapangan yang akan membuktikan ketepatan dari setiap keputusan transfer.
Artikel Terkait
Barcelona Tanpa Rashford Hadapi Atletico di Semifinal Copa del Rey
Justin Hubner Masuk 3 Besar Bek Muda dengan Sliding Tackle Terbanyak di Eropa
Juventus Incar Ederson dari Atalanta dengan Harga Rp800 Miliar
Antonio Conte Terancam Sanksi FIGC Usai Diduga Hina Wasit di Coppa Italia