LONDON Thomas Frank sudah keluar. Cuma delapan bulan setelah diangkat, Tottenham Hotspur memutuskan untuk memecat pelatih asal Denmark itu. Tekanan terhadap dirinya memang sudah memuncak belakangan ini, seiring rentetan hasil buruk yang menjerumuskan Spurs ke posisi ke-16 klasemen Liga Premier.
Kekalahan kandang dari Newcastle United, Selasa lalu, rupanya jadi pukulan terakhir bagi para petinggi klub. Mereka tak punya pilihan lain.
Masa jabatan Frank di Tottenham boleh dibilang suram. Dalam 26 laga liga, ia cuma menang tujuh kali dan kalah sebelas. Poin timnya cuma selisih lima dari zona degradasi. Performa apik di Liga Champions ternyata tak bisa dibawa ke ajang domestik. Sejak 28 Desember lalu, Spurs belum sekalipun merasakan kemenangan di Liga Primer.
Enam laga terakhir? Cuma dua poin yang berhasil dikumpulkan. Situasi itu memicu kekecewaan besar. Saat tim tumbang 2-1 dari Newcastle, Frank dan para pemain dihujani cemoohan. Bahkan, suporter sendiri menyanyikan yel-yel “dipecat besok pagi” ke arah sang pelatih.
Namun begitu, Frank tampak masih punya semangat baja usai pertandingan itu. Ia sempat meyakinkan dewan klub bahwa memecatnya sekarang adalah sebuah kesalahan. Ia bahkan berharap masih bisa memimpin timnya dalam derby London Utara melawan Arsenal minggu depan.
“Saya 1.000 persen yakin,”
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Kejutkan COTA, Start P4 Moto3 AS 2026
Barcelona Incar Bastoni, Inter Buka Opsi Tukar Pemain
Pangsuma FC Hajar Kuda Laut Nusantara 4-1 di Lanjutan Liga Futsal Profesional
PSIS Semarang Hadapi Laga Krusial Kontra Persipal Palu di Bawah Bayang-Bayang Ancaman Degradasi