Namun begitu, ada angin segar. Tiga rekrutan anyar Dusan Lagator, Luka Cumic, dan Sherriddin Boboev akhirnya bisa dimainkan. “Tim belum full, tapi beberapa pemain baru sudah siap. Saya berharap mereka bisa memberi kontribusi,” tambah Tomas. Gol Rizky di babak pertama sepertinya menjawab harapan itu, setidaknya untuk sementara.
Lalu bagaimana dengan PSBS? Mereka juga punya urgensi sendiri. Bertengger di posisi 15 klasemen dengan 17 poin, jarak mereka ke zona degradasi sangat tipis. Hanya dua angka. Agus Sugeng Riyanto dan anak asuhnya tentu tak mau momen kandang ini terbuang sia-sia. Maguwoharjo harus jadi benteng pertahanan terakhir dari ancaman turun kasta.
Sayangnya, hingga babak pertama berakhir, PSM tampil lebih efektif. Satu peluang, satu gol. PSBS kesulitan menciptakan ancaman serius.
Kini, semua mata tertuju ke babak kedua. Mampukah Pasukan Ramang mempertahankan keunggulan tipis ini? Atau justru PSBS yang bangkit dan merobek jaringan pertahanan mereka? Jawabannya akan menentukan apakah sore ini benar-benar menjadi titik balik bagi PSM, atau sekadar kemenangan biasa di tengai rentetan hasil buruk.
Laga masih berlangsung. Suasana di tribun mulai mencekam.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026