PSM Akhirnya Menang, Rizky Eka Jadi Penyelamat di Sleman
SLEMAN Tekanan tujuh laga tanpa kemenangan akhirnya pecah juga. Di Stadion Maguwoharjo yang terik, Minggu (8/2) sore, PSM Makassar berhasil membawa pulang tiga poin. Gol tunggal Rizky Eka Putra di penghujung babak pertama menjadi penentu kemenangan 1-0 atas PSBS Biak. Sebuah tanda kebangkitan? Mungkin saja.
Gol itu sendiri cukup bagus. Menit ke-43, Rizky menerima bola di sisi kanan. Ia tak langsung mengumpan. Dengan gerakan cepat, satu pemain lawan berhasil dilewatinya di dalam kotak penalti. Ruang terbuka. Tanpa pikir panjang, bola dihantam keras ke sudut gawang. Kiper PSBS cuma bisa menatap.
Bagi PSM, angka di papan skor itu lebih dari sekadar satu gol. Itu adalah pelepas dahaga. Sebelumnya, mereka terpuruk dalam tujuh pertandingan tanpa merasakan kemenangan lima kekalahan dan dua hasil imbang. Situasi yang jauh berbeda dari tiga kemenangan beruntun di awal musim. Gol Rizky seolah menjadi obat penawar racun untuk kepercayaan diri yang sempat anjlok.
Pelatih Tomas Trucha sudah mengisyaratkan tekad bangkit sebelum laga dimulai.
“Kami respek terhadap PSBS. Tapi tujuan kami jelas: meraih poin penuh di sini. Saya minta semua pemain bekerja keras, fokus dari menit pertama sampai peluit akhir,” tegas Tomas.
Misi itu tak mudah. PSM datang ke Sleman dengan kondisi tak lengkap. Ananda Raehan absen karena akumulasi kartu, sementara Savio Roberto masih cedera. Dua nama penting di lini tengah itu jelas terasa hilang.
Namun begitu, ada angin segar. Tiga rekrutan anyar Dusan Lagator, Luka Cumic, dan Sherriddin Boboev akhirnya bisa dimainkan. “Tim belum full, tapi beberapa pemain baru sudah siap. Saya berharap mereka bisa memberi kontribusi,” tambah Tomas. Gol Rizky di babak pertama sepertinya menjawab harapan itu, setidaknya untuk sementara.
Lalu bagaimana dengan PSBS? Mereka juga punya urgensi sendiri. Bertengger di posisi 15 klasemen dengan 17 poin, jarak mereka ke zona degradasi sangat tipis. Hanya dua angka. Agus Sugeng Riyanto dan anak asuhnya tentu tak mau momen kandang ini terbuang sia-sia. Maguwoharjo harus jadi benteng pertahanan terakhir dari ancaman turun kasta.
Sayangnya, hingga babak pertama berakhir, PSM tampil lebih efektif. Satu peluang, satu gol. PSBS kesulitan menciptakan ancaman serius.
Kini, semua mata tertuju ke babak kedua. Mampukah Pasukan Ramang mempertahankan keunggulan tipis ini? Atau justru PSBS yang bangkit dan merobek jaringan pertahanan mereka? Jawabannya akan menentukan apakah sore ini benar-benar menjadi titik balik bagi PSM, atau sekadar kemenangan biasa di tengai rentetan hasil buruk.
Laga masih berlangsung. Suasana di tribun mulai mencekam.
Artikel Terkait
PSIS Semarang Rekrut Fridolin Yoku untuk Perkuat Lini Tengah di Liga 2
Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala Asia Usai Ditaklukkan Iran Lewat Drama Adu Penalti
Turnamen Faldo Series Indonesia 2026 Tuntas, Empat Juara Lolos ke Final Asia
Liverpool Terima Pukulan: Jeremy Jacquet Cedera Bahu Sebelum Bergabung