Jakarta, 6 Februari 2026 – Jarum jam bergerak tak kenal ampun. Bagi PSM Makassar, setiap detik sekarang sangat berharga. Tenggat waktu pendaftaran pemain untuk putaran kedua Super League 2025/2026 tinggal hitungan jam lagi, ditutup tepat tengah malam nanti. Dan di balik desakan waktu itu, nasib dua rekrutan anyar Sheriddin Boboev dan Dusan Lagator masih menggantung.
Bayangkan, cuma tersisa kurang dari empat jam sejak berita ini ditulis. Itu waktu yang sangat sempit untuk menyelesaikan segudang urusan administrasi. Kalau lewat, ya sudah. Keduanya tak akan bisa memperkuat Pasukan Ramang di sisa kompetisi.
Soal Boboev, setidaknya ada secercah kabar baik. Penyerang Timnas Tajikistan itu konon sudah mendarat di Jakarta hari ini. Ia terbang dari Dushanbe dini hari tadi, dan sebuah unggahan di media sosialnya memperlihatkan dia sedang berada di dalam pesawat. Jadi, soal fisik, dia sudah ada di Indonesia.
Tapi di sinilah masalahnya.
Kedatangan pemain hanyalah satu langkah awal. Yang lebih pelik justru urusan birokrasi: memastikan ITC dan semua dokumen dari federasi sudah clear, lengkap, dan divalidasi tepat waktu. PSM harus berkejaran dengan waktu untuk ini.
Lain cerita dengan Dusan Lagator. Situasinya jauh lebih misterius. Hingga Jumat malam, tidak ada kejelasan apakah gelandang bertahan asal Montenegro itu sudah sampai di Indonesia atau belum. Padahal, kontraknya disebut-sebut sudah ditandatangani. Kendala administrasi, termasuk isu sanksi FIFA yang sempat mencuat, membuat posisinya jadi sangat tidak pasti. Bisa-bisa, dia gagal tampil hanya karena terlambat beberapa jam.
Pelatih Tomas Trucha sudah berkali-kali menyuarakan kebutuhan akan pemain baru ini. Beberapa waktu lalu, dia dengan gamblang menyebut bahwa timnya masih berusaha mendatangkan dua pemain lagi.
"Luka (Čumić) adalah salah satu pemain yang kami datangkan. Saya percaya kami masih berusaha mendatangkan dua pemain lagi,"
Meski tak menyebut nama, semua orang paham siapa yang dia maksud.
"Kami mencari keseimbangan dalam tim. Dengan mendatangkan pemain-pemain baru yang bisa menyeimbangkan skuad."
Lagator diharapkan jadi penguat di lini pertahanan, sementara Boboev dibutuhkan sebagai variasi serangan bisa di posisi striker, sayap, atau gelandang serang. Mereka bukan sekadar pelapis, tapi diharapkan langsung memberi dampak.
Tekanannya memang luar biasa. Posisi PSM di klasemen sedang tidak baik-baik saja. Enam laga tanpa kemenangan membuat mereka terperosok di peringkat 13. Jarak dengan zona merah degradasi tinggal tujuh poin. Padahal, di awal musim, Trucha punya target yang jauh lebih optimis.
"Kami menargetkan bisa finish di peringkat lima klasemen akhir kompetisi,"
Ucapannya dulu. Kini, realitas berbicara lain. Cedera, akumulasi kartu, dan berbagai masalah lain membuat mereka lebih fokus menghindari jurang degradasi ketimbang mengejar mimpi finish di papan atas.
Laga melawan PSBS Biak besok bukan cuma pertandingan biasa. Itu bisa jadi titik balik, atau malah awal dari petaka yang lebih panjang. Kehadiran Boboev dan Lagator diyakini bisa menyuntikkan energi segar. Tapi sekali lagi, semua itu bergantung pada drama administrasi yang harus beres sebelum pukul 24.00 WIB.
Kurang dari empat jam.
Bagi PSM, ini lebih dari sekadar urusan transfer pemain. Ini tentang menyelamatkan arah sebuah musim.
Artikel Terkait
Mantan Presiden Barcelona Gaspart Bantah Keras Tuduhan Pembelian Wasit di Sidang
Enzo Fernandez Tegaskan Komitmen di Chelsea, Bantah Rumor ke Real Madrid
PSM Makassar Pastikan Boboev dan Lagator Terekrut Jelang Tutup Bursa Transfer
Guardiola Tegaskan Komitmen Bicara Isu Global Meski Ditegur