Dini hari nanti, Etihad Stadium akan jadi saksi sebuah upaya heroik atau mungkin mustahil. Newcastle United, sang juara bertahan, datang dengan beban defisit dua gol. Mereka harus menaklukkan Manchester City di leg kedua semifinal Carabao Cup. Mission impossible? Banyak yang bilang begitu.
Memang, posisi City terlihat sangat nyaman. Kemenangan 2-0 di St James' Park tiga minggu silam, lewat gol Antoine Semenyo dan Rayan Cherki, membuat mereka hampir menyentuh final. Di bawah Pep Guardiola, klub ini punya statistik menggiurkan: hanya sekali gagal melangkah ke final setelah unggul di leg pertama. Itu pun terjadi belasan tahun lalu, saat mereka dikalahkan Manchester United.
Tapi, jalan menuju Wembley tak selalu mulus. Performa City belakangan ini agak tersendat. Setelah leg pertama, mereka cuma menang dua dari lima laga terakhir. Hasil imbang 2-2 kontra Tottenham pekan lalu jadi bukti bahwa mereka tak seperkasa biasanya.
Meski begitu, kekuatan mereka di kandang tetaplah monster. Dari 18 laga di Etihad musim ini, 14 di antaranya berakhir dengan kemenangan. Lebih mengerikan lagi, dalam 11 pertemuan kandang terakhir melawan Newcastle, City selalu menang. Agregat golnya? 37-3. Termasuk gebukan 4-0 di Premier League awal tahun ini.
Maka, wajar jika Guardiola tetap percaya diri. "Secara umum, permainan berjalan dengan baik," ujarnya, menanggapi hasil imbang lawan Spurs. Optimisme itu diamini sang pengatur permainan, Rodri.
"Saya bangga dengan tim. Kita cuma perlu perbaiki sedikit hal dan terus melangkah," tegas gelandang asal Spanyol itu.
Di sisi lain, Eddie Howe dan anak asuhnya punya pekerjaan rumah yang berat. Pelatih Newcastle itu bersikukuh timnya akan berjuang mati-matian. Mereka ingin meniru prestasi langka Aston Villa 1994, yang mampu membalikkan defisit dua gol di semifinal Piala EFL.
Namun begitu, sejarah jelas tidak berpihak. Catatan tandang The Magpies di Etihad sungguh suram: cuma satu kemenangan dalam 22 tahun terakhir. Performa tandang mereka sepanjang musim ini juga kerap jadi masalah.
"Itu memang jadi persoalan kami. Kita harus cari solusi, dan berharap bisa mengubahnya mulai dari laga ini," aku Howe dengan jujur.
Meski tertatih, semangat juang tetap menyala. Jacob Ramsey, salah satu andalan di lini tengah, mencoba menyulut harapan.
"Saya tahu kita tertinggal 2-0. Tapi ini semifinal, apa pun bisa terjadi. Percaya diri saja, tegakkan kepala, dan bertarung," serunya.
Sayangnya, Newcastle datang dengan segudang masalah cedera. Joelinton, Livramento, Schar, dan Krafth dipastikan absen. Bruno Guimaraes, Sven Botman, dan Lewis Miley juga masih diragukan. Situasi yang jauh dari ideal untuk sebuah misi balik dendam.
City sendiri tak sepenuhnya fit. Ruben Dias, Doku, Gvardiol, Stones, Kovacic, dan Savinho masih berada di ruang perawatan. Tapi dengan kedalaman skuad yang dimiliki, Guardiola diperkirakan tak akan mengubah banyak komposisi pemain inti.
Prakiraan susunan pemain:
Manchester City (4-2-2-2): Trafford; Nunes, Khusanov, Guehi, Ait-Nouri; Rodri, O’Reilly; Cherki, Bernardo; Semenyo, Haaland.
Newcastle United (4-3-3): Pope; Trippier, Thiaw, Burn, Hall; Guimaraes, Tonali, Ramsey; Barnes, Wissa, Gordon.
Artikel Terkait
Manchester United Ajukan Tawaran Kontrak ke Gelandang Atalanta Ederson
Liverpool Akui Butuh Perbaikan Besar Usai Catat Rekor Terburuk dalam 113 Tahun
Borneo FC Incar Kemenangan atas Persita demi Jaga Asa Juara, Bek Asing Klaim Tim Tanpa Tekanan
Megawati Hangestri Kembali Masuk Skuad Hyundai Hillstate, Status Transfer Masih Misterius