Cedera ACL Asnawi Paksa Herdman Rombak Rencana di Awal Tugas

- Jumat, 30 Januari 2026 | 17:30 WIB
Cedera ACL Asnawi Paksa Herdman Rombak Rencana di Awal Tugas
Berita Timnas Indonesia

Pukulan Telak untuk Garuda: Asnawi Cedera Parah, Absen Hingga Enam Bulan

Jakarta, 30 Januari 2026

Persiapan Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 langsung diterpa kabar buruk. John Herdman, pelatih baru yang baru saja mengambil alih kemudi, terpaksa menghadapi kenyataan pahit: Asnawi Mangkualam tak bisa dibawanya. Pemain andalan itu harus dicoret dari daftar pemain.

Cedera serius menimpanya saat berlatih bersama klubnya, Port FC, di Thailand. Menurut konfirmasi klub, Asnawi mengalami robekan ligamen cruciatum anterior atau yang lebih dikenal dengan cedera ACL. Itu artinya, dia dipastikan akan menjalani pemulihan panjang, sekitar enam bulan ke depan.

"Setiap langkah yang diambil selalu punya risiko, demi hasil yang lebih besar. Hari ini, perjalanan saya bersama Port FC harus terhenti sementara hingga akhir musim,"

Begitu tulis Asnawi di unggahan Instagram-nya, Rabu lalu. Unggahan yang terasa berat, menggambarkan kekecewaan seorang pemain di puncak karier.

Ini jelas kehilangan besar. Bukan cuma untuk Port FC, tapi terutama untuk skema Herdman. Sebelum cedera ini, Asnawi justru sedang dipersiapkan jadi solusi darurat. Dia diplot untuk mengisi kekosongan di lini belakang, menyusul hukuman larangan tampil empat pertandingan yang dijatuhkan FIFA kepada Shayne Pattynama.

Memang, posisi natural Asnawi adalah bek kanan. Tapi di bawah pelatih Alexandre Gama di Port FC, dia kerap dipercaya mengisi sisi kiri pertahanan dengan performa yang cukup meyakinkan. Fleksibilitas inilah yang membuatnya jadi pilihan paling masuk akal bagi Herdman.

Namun begitu, semua rencana itu kini buyar. Operasi ACL yang harus dijalaninya memaksa Herdman kembali ke papan tulis, memutar otak mencari alternatif lain.

Dukungan untuk Asnawi mengalir deras. Dalam laga Port FC melawan Ayutthaya United di Muangthai Cup, rekan-rekan setimnya secara harfiah membawa semangatnya ke lapangan. Mereka membentangkan jersey bernomor dan namanya, sebagai simbol dukungan.

Port FC sendiri berjanji akan mendampingi proses rehabilitasi pemainnya sepenuhnya. "Kami yakin dengan profesionalismenya, Asnawi akan kembali lebih kuat pada musim 2026/27," bunyi pernyataan resmi klub.

Lantas, apa dampaknya buat Timnas? Cukup signifikan. Di satu sisi, Asnawi bukan cuma pemain biasa. Dia adalah semacam jembatan antara era lama di bawah Shin Tae-yong dengan sistem baru Herdman. Dia paham karakter pemain-pemain senior, dan bisa jadi pemimpin di lapangan.

Di sisi lain, absennya dia bersamaan dengan sanksi Shayne Pattynama membuat Indonesia benar-benar krisis di posisi fullback. Situasi yang idealnya tidak diinginkan siapa pun, apalagi di awal masa kerja seorang pelatih baru.

Herdman sekarang terpaksa bereksperimen lebih cepat dari rencana. Mungkin dengan memanggil wajah-wajah baru dari Liga Super. Atau, memaksimalkan pemain naturalisasi di posisi yang bukan merupakan keahlian utama mereka. Ini ujian nyata bagi kedalaman skuad Garuda.

Namun, dalam setiap krisis selalu ada peluang tersembunyi. FIFA Series 2026 bisa jadi panggung bagi pengganti Asnawi untuk membuktikan diri. Kalau mereka tampil impresif, persaingan di posisi bek kanan atau kiri akan jadi sangat ketat nantinya. Saat Asnawi pulih, dia tak akan serta merta kembali mendapat tempatnya. Dia harus merebutnya kembali.

Jalan panjang menuju kualifikasi Piala Dunia 2026 memang baru saja dimulai. Dan ujian pertama datang lebih cepat dari perkiraan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar