Jakarta lagi-lagi diramaikan oleh gosip bursa transfer. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada dua raksasa yang sedang menghadapi situasi bertolak belakang: Persija Jakarta dan PSM Makassar. Kalau Persija kebingungan karena punya terlalu banyak pemain bagus di posisi yang sama, PSM malah kelabakan mencari satu pemain yang pas untuk mengisi posisi yang kosong. Sungguh ironis.
Nama Ilham Rio Fahmi tiba-tiba ramai lagi. Bek kanan andalan Macan Kemayoran itu dikabarkan mendekati Arema FC. Kabarnya makin kencang setelah sebuah akun transfer di media sosial mengunggahnya. Memang belum ada pernyataan resmi dari klub, tapi angin yang berhembus cukup kuat. Rio butuh main, dan peluang itu semakin kecil di Persija.
Padahal, track record Rio tidak main-main. Selama empat musim terakhir, ia adalah pilar. 126 kali tampil, hampir 8.000 menit di lapangan hijau. Di periode 2022 sampai 2024, posisinya nyaris tak tersentuh. Musim lalu saja, ia starter di 22 dari 28 laga dan bikin tiga assist. Pemain sekelas ini, tiba-tiba jadi pilihan ketiga.
Lalu apa yang berubah? Datangnya Bruno Tubarao dan Fathurrahman di awal musim ini membuat persaingan di sisi kanan pertahanan Persija jadi sangat ketat. Dua nama baru itu langsung masuk level starter. Akibatnya, menit bermain Rio merosot tajam. Musim ini, ia cuma main 15 kali, dan hanya delapan di antaranya sebagai starter. Persija punya masalah mewah: terlalu banyak pemain berkualitas.
Di sisi lain, cerita di Makassar jauh lebih pelik.
PSM justru berada di ujung spektrum yang berlawanan. Setelah berhasil mendatangkan striker Serbia, Luka Cumic, perhatian kini beralih ke lini belakang yang bolong. Area bek kanan mereka sejak awal musim terasa rapuh, dan belum ada solusi yang jelas.
Dalam situasi krisis itu, muncullah satu nama: Todor Todoroski.
Bek asal Makedonia Utara itu disebut-sebut jadi incaran utama pelatih Tomas Trucha. Usianya 26 tahun, dan ia diharapkan bisa menjadi jawaban instan untuk masalah yang sudah berlarut-larut. Trucha butuh full-back dengan profil modern: solid bertahan, berani maju, dan tangguh dalam duel. Karakteristik itu konon ada pada Todoroski.
Saat ini, ia masih terikat kontrak dengan Flamurtari FC di Albania. Namun jejaknya di Eropa Timur cukup mengesankan. Dia pernah membela klub-klub di Kroasia, Serbia, dan Rumania. Pengalaman internasionalnya juga oke, ia adalah anggota tetap timnas Makedonia Utara dari level junior hingga senior.
Secara statistik, catatannya 195 pertandingan profesional dengan 8 gol dan 4 assist. Angka yang menunjukkan dia bukan bek biasa, tapi yang aktif menyokong serangan.
Dia cocok dengan skema Trucha, itu jelas. Pertama, fleksibel bisa di skema empat atau tiga bek. Kedua, punya mental tangguh ala Eropa Timur. Ketiga, usianya yang 26 tahun masih ideal untuk proyek jangka menengah.
Tapi ya itu, semua masih sebatas rumor dan harapan. Belum ada kepastian.
Jadi beginilah gambaran yang terlihat. Sementara Persija dengan leganya bisa melepas aset berharga seperti Rio Fahmi karena kelebihan stok, PSM masih sibuk berharap pada sebuah nama yang belum tentu datang.
Bursa transfer memang selalu jadi cermin. Di satu sisi ada yang memilih dari kelimpahan, di sisi lain ada yang berharap dari kekosongan.
Bagi Pasukan Ramang, waktu terus berdetak. Dan tekanan semakin besar.
Artikel Terkait
Semen Padang di Ambang Degradasi, Laga Kontra Dewa United Jadi Penentu Nasib
Indonesia Tantang Denmark di Perempatfinal Piala Uber 2026, Garuda Pertiwi Incar Semifinal
Nottingham Forest vs Aston Villa: Derby Inggris di Semifinal Liga Europa, Dua Klub Berburu Tiket Final Bersejarah
Delegasi Sepak Bola Iran Batal Hadiri Kongres FIFA di Kanada Setelah Ditolak Imigrasi karena Afiliasi dengan Garda Revolusi