Carragher Soroti Kekhawatiran Nyata Liverpool di Liga Premier

- Selasa, 27 Januari 2026 | 10:30 WIB
Carragher Soroti Kekhawatiran Nyata Liverpool di Liga Premier
Analisis Situasi Liverpool

LIVERPOOL Suasana di Anfield belakangan ini memang tak terlalu cerah. Posisi The Reds yang terlempar ke peringkat enam klasemen Liga Premier usai tumbang di markas Bournemouth, jelas membuat banyak pihak cemas. Kekalahan itu, ditambah hasil positif Chelsea dan Manchester United, secara telak menggeser mereka dari zona Liga Champions.

Meski begitu, di ajang Eropa, situasinya agak berbeda. Liverpool sudah memastikan tiket ke 16 besar Champions League musim ini. Bahkan, apapun hasil laga kontra Qarabag nanti, mereka tetap aman untuk babak play-off. Tapi, menurut Jamie Carragher, legenda klub itu, justru itulah yang bikin khawatir.

Carragher punya firasat buruk. Dia yakin Liverpool bakal kesulitan meraih tiket ke kompetisi elite Eropa musim depan lewat jalur domestik. Dan kalau sampai itu terjadi, posisi Arne Slot sebagai pelatih kepala bakal dipertanyakan serius.

“Beberapa kritik dan sikap kurang hormat yang ditujukan ke Slot menurut saya berlebihan,” ujar Carragher dalam acara Sky Sports’ Monday Night Football.

“Ingat, mereka juara liga musim lalu. Tapi kalau soal gagal lolos ke Liga Champions, dia nggak punya alasan untuk membela diri.”

“Sebagai klub dan pendukung, kami bisa terima kalau tim nggak juara liga atau bersaing ketat tahun ini. Itu wajar. Tapi begitu kamu lihat kinerja Manchester United belakangan, atau Chelsea, dan posisi Liverpool yang bisa saja finis di luar empat besar… Saya jadi sangat khawatir,” tegasnya.

Carragher kemudian mengutip dari Talk Sport, menambahkan poin yang lebih tajam.

“Begitu isu kualifikasi Liga Champions untuk musim depan jadi ancaman nyata, pembicaraan tentang pekerjaan seorang manajer jadi berbeda sama sekali.”

“Gagal lolos sebagai juara bertahan, setelah menghabiskan £450 juta dan punya gaji pemain tertinggi di liga yang biasanya jadi penentu utama posisi akhir ya, pertanyaan besar harus diajukan,” paparnya tanpa tedeng aling-aling.

Di sisi lain, Carragher melihat akar masalahnya ada pada kesiapan tim. Menurut dia, skuad yang dibentuk saat ini kurang cocok dengan tuntutan brutal Liga Premier.

“Kekhawatiran terbesar saya sederhana: Liverpool nggak sanggup menghadapi tiga hal krusial di liga Inggris. Yaitu bola mati dan lemparan jauh, serangan balik, dan pertahanan rapat lawan. Mereka gagal total mengatasi semuanya,” tambahnya.

“Kita lihat saja, tim ini seolah nggak dirancang untuk Premier League. Bandingkan dengan performa mereka di Eropa. Ancaman bola mati dan serangan balik nggak sebesar di liga domestik. Tim-tim Eropa juga jarang yang cuma bertahan rapat-rapat. Makanya Liverpool lebih nyaman.”

“Mereka bisa menang di markas Real Madrid, menang di San Siro lawan Inter, atau menaklukkan Marseille. Bisa lolos ke fase gugur. Tapi untuk liga lokal? Rasanya tim ini belum siap,” katanya dengan nada prihatin.

Statistik musim ini memang memperkuat kegelisahan Carragher. Performa Liverpool sebagai juara bertahan terlihat goyah. Mereka sudah kalah empat kali dari sembilan laga pembuka. Kekalahan di Vitality Stadium mungkin baru yang pertama dalam 14 pertandingan terakhir di semua kompetisi, tapi yang memprihatinkan adalah catatan buruk mereka di liga: belum menang sejak 27 Desember. Itu sudah lima laga tanpa kemenangan.

Jadwal ke depan juga nggak mudah. Usai menjamu Qarabag, Liverpool harus berhadapan dengan Newcastle yang juga ngotot berebut tiket Champions League. Sabtu malam nanti di Anfield bakal panas.

Dan itu belum apa-apa. Tanggal 8 Februari, Manchester City akan datang. Laga yang pasti menentukan nasih mereka lebih jauh lagi.

Tekanan terhadap Slot dan anak-anak asuhnya jelas semakin besar. Pertanyaan besarnya: apakah mereka bisa berbalik arah sebelum semuanya terlambat?

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar