Camp Nou bergemuruh lagi. Minggu malam itu, Barcelona sukses menggasak Real Oviedo dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan Liga Spanyol. Kemenangan ini tentu jadi penyegar suasana bagi para pendukung Blaugrana.
Di bawah sorotan lampu stadion, pelatih Barcelona menurunkan komposisi pemain yang cukup menarik. Joan Garcia menjaga gawang, dengan lini belakang diisi Cancelo, Cubarsi, Eric Garcia, dan Gerard Martin. Sementara di lini tengah, Marc Casado dan Frenkie de Jong mengatur ritme, didampingi Dani Olmo. Tugas menyerang dipercayakan pada trio Lamine Yamal, Lewandowski, dan Raphinha.
Real Oviedo sendiri tak mau dianggap remeh. Mereka tampil dengan formasi rapat. Aaron Escandell di bawah mistar, dilindungi oleh barisan bek seperti Javi Lopez, David Carmo, David Costas, dan Lucas Ahijado. Sektor tengah dan depan mereka andalkan Colombatto, Sibo, Hassan, Vinas, serta Reina untuk melakukan perlawanan.
Sejak wasit meniup peluit awal, Barcelona langsung mengambil inisiatif. Mereka mendominasi penguasaan bola dan terus menekan. Namun, harus diakui, pertahanan Oviedo sangat disiplin dan solid. Barisan belakang tamu itu seperti benteng yang susah ditembus, membuat para penyerang Barcelona kerap kehilangan ide di depan kotak penalti.
Babak pertama pun berlalu tanpa gol. Tapi situasi berubah drastis setelah jeda.
Baru tujuh menit babak kedua berjalan, kebuntuan akhirnya terpecahkan. Dani Olmo mendapat umpan matang di dalam kotak penalti. Tanpa ampun, ia melepaskan tendangan mendatar dengan kaki kanannya. Bola melesat ke pojok gawang, membawa Barcelona unggul 1-0.
Gol itu seperti membuka keran. Hanya selang lima menit kemudian, Barcelona menggandakan keunggulan. Kali ini, berawal dari kesalahan fatal bek Oviedo. Raphinha, dengan pressing-nya yang tajam, berhasil merebut bola. Ia lalu menghadapi kiper sendirian, dan dengan tenang menuntaskan peluang itu. 2-0 untuk tuan rumah.
Puncak pertunjukan malam itu hadir di menit ke-73. Aksi individu Lamine Yamal benar-benar memukau.
Dani Olmo mengirim umpan silang dari sisi kanan ke jantung pertahanan Oviedo. Yamal, yang sudah bersiap di udara, menyambutnya dengan tendangan salto (bicycle kick) yang spektakuler. Bola meluncur deras ke gawang, meninggalkan kiper Escandell hanya bisa terpana. Gol indah itu sekaligus mengunci kemenangan 3-0 untuk Barcelona.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Tiga gol tanpa balas. Barcelona meraih tiga poin penuh dengan penampilan yang semakin meyakinkan, sementara Real Oviedo pulang dengan tangan hampa.
Artikel Terkait
Herdman Jajaki Kerja Sama dengan Persib dan Persija demi Bawa Pemain Eropa ke Timnas untuk Piala AFF 2026
Borneo FC Berpeluang Geser Persib dari Puncak Klasemen Usai Hadapi Persik Kediri
Herdman Panggil 23 Pemain untuk TC Jelang Piala AFF 2026, Marselino Jadi Satu-satunya Pemain Abroad
Persebaya Hajar Arema 4-0, Strategi Serangan Balik Bernardo Tavares Kembali Terbukti Efektif