Duel Sengit PSM dan Borneo Berebut Simon Amin

- Rabu, 21 Januari 2026 | 14:30 WIB
Duel Sengit PSM dan Borneo Berebut Simon Amin
Perburuan Simon Amin Memanas

MAKASSAR – Bursa transfer Super League 2025/2026 mulai bergulir dengan cepat. PSM Makassar, yang baru saja terbebas dari belenggu sanksi FIFA, langsung aktif mencari pemain baru. Tapi, jalan mereka tak akan mulus.

Borneo FC, sang rival, dikabarkan siap memotong jalan. Mereka mengincar target yang sama: seorang gelandang asal Suriah bernilai pasar fantastis, sekitar Rp3,48 miliar. Pemain itu adalah Simon Amin.

Nama Simon Amin jadi perbincangan hangat. Statusnya sebagai free agent sejak 1 Januari 2026 membuatnya jadi incaran banyak klub. Gelandang tengah berusia 28 tahun ini baru saja mengakhiri kontraknya dengan klub Swedia, Orebro SK.

Kabar ketertarikan PSM dan Borneo ini pertama kali mencuat lewat akun pemerhati transfer, @transfernews_ft, pada Rabu lalu. Namun begitu, kedua klub Indonesia ini bukan satu-satunya peminat.

Ada juga klub Polandia, Ruch Chorzow, dan tim Irak, Mosul FC, yang dikabarkan ikut mengawasi pergerakan pemain bertinggi 183 cm ini. Persaingannya jadi semakin sengit.

Rekam Jejak yang Tak Bisa Dianggap Remeh

Simon Amin jelas bukan pemain kelas kadaluarsa. Dia punya pengalaman yang cukup solid di pentas Eropa. Jejak kariernya terbentang di Swedia bersama Orebro SK, lalu Norwegia, hingga Serbia.

Secara statistik, dia telah tampil 153 kali di level profesional, mencetak 9 gol dan 9 assist. Pengalaman internasionalnya juga ada; dia telah membela Timnas Suriah dalam 12 pertandingan. Itu bukti kualitasnya di level tertinggi.

PSM Tak Hanya Berburu Satu Nama

Pencabutan sanksi FIFA pada 19 Januari lalu seperti memberi suntikan adrenalin bagi manajemen PSM. Mereka bergerak agresif. Selain Simon Amin, nama lain yang beredar adalah Todor Todoroski, bek kanan berpaspor Makedonia Utara yang kini membela Flamurtari FC di Albania.

Pemain 26 tahun ini punya reputasi bagus, bahkan sudah enam kali memperkuat timnas negaranya. Dia dilihat sebagai opsi untuk memperkuat pertahanan Juku Eja yang kerap bermasalah.

Lalu, Siapa yang Akan Menang?

Persaingan antara PSM dan Borneo untuk mendapatkan tanda tangan Simon Amin ini menarik untuk disimak. Bagi PSM, dia bisa jadi napas baru di lini tengah. Visi permainannya yang kental gaya Eropa mungkin cocok dengan skema pelatih Tomas Trucha.

Tapi masalahnya ada di finansial. PSM harus benar-benar memastikan stabilitas keuangannya pasca-sanksi.

Di sisi lain, Borneo FC dikenal punya sokongan dana yang kuat. Kalau sampai terjadi perang harga, Pesut Etam punya keunggulan jelas untuk menawarkan kontrak yang lebih menggiurkan. Kehadiran Amin bisa membuat lini tengah mereka, yang sudah solid, jadi semakin menakutkan.

Tantangan terbesar justru mungkin datang dari Eropa. Minat Ruch Chorzow dari Polandia adalah ancaman serius. Jika Simon Amin masih punya ambisi untuk bertahan di benua biru, peluang kedua klub Indonesia itu bisa langsung menciut.

Meski begitu, tawaran menit bermain yang pasti dan gaji besar di Super League bisa menjadi daya pikat yang kuat. Ini soal pilihan.

Konon, PSM sudah menyiapkan skenario cadangan. Jika perburuan Simon Amin mentok entah karena kalah saing dengan Borneo atau pilihan pemain itu sendiri mereka punya opsi pemain asing lain yang sudah dikantongi. Perang transfer baru saja dimulai, dan segala kemungkinan masih terbuka lebar.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar