Di Makassar, hawa perubahan berhembus di tubuh PBSI Sulawesi Selatan. Prof Warsinggih, dengan tekad bulat, menawarkan sebuah misi baru. Intinya sederhana: prestasi.
Selama ini, menurutnya, PBSI Sulsel terkesan pasif. Mereka lebih banyak menunggu. Menunggu event dari pusat, atau menunggu pihak lain menyelenggarakan turnamen di daerah mereka. Pola seperti ini, dalam pandangan Warsinggih, bukanlah strategi "jemput bola" yang sejati lewat pembinaan berkelanjutan.
"Kalau ditanya misi ke depan, ya tentu kita ingin ubah skema yang ada," ujar Warsinggih pada Rabu, 21 Januari 2026.
"Selama ini kan cenderung tidak jemput bola. Saya mau PBSI Sulsel ke depan bisa lebih proaktif, lebih sering jadi tuan rumah event sendiri."
Di sisi lain, fokus utama akan diarahkan ke pembinaan usia dini. Itu jadi prioritas. Warsinggih meyakini, dengan program pembinaan yang menyeluruh dan terintegrasi lalu diuji di lapangan kompetisi peluang melahirkan atlet-atlet profesional bakal jauh lebih besar.
"Pembinaan harus dimulai sejak dini, biar matang," ungkapnya.
"Jadi kita juga harus jemput bola. Nanti pengurus kabupaten dan kota yang melakukan tracking, mencari bibit, lalu dibina dan dibuatkan kompetisi. Memang berat sih, tapi itu harus hidup kalau kita mau punya prestasi bagus."
Soal persiapan, dia terlihat optimis. Dukungan dari 20 pengurus kabupaten/kota sudah di tangan. Namun begitu, dirinya masih menunggu. Menunggu jadwal resmi tahapan pemilihan dimulai.
"Saya sudah siap, apalagi didorong teman-teman juga. Tapi kita tunggu saja dulu tahapannya. Kalau sudah dimulai, baru kita ikuti prosesnya," tuturnya.
Lalu, bagaimana kelanjutannya?
Sekretaris PBSI Sulsel, Atman Amir Andi Sarifin, punya jawabannya. Menurut dia, sampai detik ini jadwal memang belum ada. Tapi dia memastikan, begitu waktunya tiba, informasi akan segera disebar.
"Nanti kalau sudah ada jadwalnya, tentu akan kami sampaikan ke media," kata Atman.
"Begitu juga ke pengurus di kabupaten/kota. Jadi ditunggu saja."
Lebih lanjut, Atman menegaskan bahwa PBSI adalah organisasi cabang olahraga yang terkelola dengan rapi. Semua proses, menurutnya, akan berjalan sesuai prosedur dan penuh transparansi.
"Kami akan selesaikan semuanya dengan baik. Soalnya, PBSI ini organisasi yang sudah tertata. Jadi setiap tahapan pasti kami sampaikan secara terbuka," ungkapnya.
Nah, tinggal menunggu waktu.
Artikel Terkait
FIFA Terapkan Aturan Patch Dinamis di Piala Dunia 2026, Warna Lambang di Jersey Berubah Sesuai Status Tuan Rumah dan Tamu
Timnas Voli Putri Indonesia Kalahkan Australia 3-0, Amankan Posisi Kelima AVC Women’s Nations Cup 2026
Paulo Ricardo Sepakat Perpanjang Kontrak di Persija Jakarta untuk Satu Musim
Alwi Farhan Kunci Tiket Final Australian Open 2026 Usai Kalahkan Jason Gunawan