Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa proses seleksi calon siswa Sekolah Rakyat (SR) untuk tahun ajaran baru mendatang harus bebas dari praktik titip-menitip dari pihak mana pun, karena program ini secara khusus diperuntukkan bagi keluarga tidak mampu. Pernyataan tegas itu disampaikan dalam kegiatan “Open House” bersama orang tua calon siswa SR di Pekanbaru, Riau, pada Minggu. Saifullah mengingatkan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto sangat jelas: tidak boleh ada suap, bayar-membayar, maupun titipan dalam menentukan siapa yang berhak menjadi siswa SR.
“Tidak boleh ada titipan, menteri tidak boleh, gubernur tidak boleh, bupati wali kota juga tidak boleh. Yang boleh sekolah di sini adalah mereka yang memang memiliki kriteria dijangkau oleh petugas,” ujarnya di Sentra Abiseka Rumbai, Pekanbaru.
Menurut Saifullah, Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau keluarga yang secara sosial-ekonomi berada pada Desil atau tingkat kesejahteraan I dan II. Sasaran program ini meliputi anak-anak yang tidak sekolah, belum pernah mengenyam pendidikan, putus sekolah, serta mereka yang berpotensi putus sekolah. Petugas lapangan akan mendatangi langsung keluarga-keluarga tersebut dan menanyakan kesediaan orang tua untuk menempatkan anak mereka di SR.
“Kalau sudah setuju maka akan ditetapkan oleh kepala daerah lalu diteruskan ke kementerian untuk ditetapkan secara resmi sebagai siswa Sekolah Rakyat,” imbuhnya.
Di sisi lain, Saifullah meminta semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Kepada para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya, ia berharap agar mereka mengedepankan empati dan kasih sayang, namun tetap berpedoman pada aturan resmi yang telah ditetapkan.
“Saya gembira perjalanan selama 11 bulan proses pembelajaran terlihat kemajuan prestasi siswa. Paling tidak bisa dilihat dari pendapat orang tua siswa, maupun kita lihat anak-anak siswa Sekolah Rakyat semakin percaya diri, lebih disiplin, lebih sehat, dan yang penting punya semangat menggapai cita-cita,” kata Saifullah.
Artikel Terkait
Festival Muharram di Jakarta Ditargetkan Dikunjungi 5.000 Orang Selama Dua Hari
Polres Bogor Buka Bhayangkara Fest ke-80 dengan Senam Massa dan Layanan Publik di CFD Cibinong
Kepala Staf Kepresidenan Akui Pemikiran Strategis Mahasiswa dan Akan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
Israel Serang Markas Hizbullah di Beirut Selatan, Balas Pelanggaran Gencatan Senjata