Siang itu di Istora Senayan, tiga pebulutangkis tunggal putra Indonesia berjuang di babak kualifikasi Indonesia Masters 2026. Hasilnya? Dua lolos, satu harus pulang lebih awal. Anthony Sinisuka Ginting dan Muhamad Yusuf berhasil melangkah ke babak utama, sementara Prahdiska Bagas Shujiwo terhenti di rintangan pertama.
Pertarungan paling menarik justru datang dari duel sesama anak bangsa. Muhamad Yusuf, atlet muda Pelatnas PBSI Cipayung, harus berhadapan dengan Yohanes Saut Marcellyno. Pertandingan yang ketat, tapi Yusuf berhasil mengakhiri perlawanan Saut dalam dua gim langsung. Skor akhir 21-14 dan 21-18 cukup berbicara.
Kemenangan ini mengantarkan Yusuf ke babak 32 besar. Di sana, tantangan sudah menunggu: Wang Po-Wei dari Taiwan.
Sayangnya, nasib baik tidak menghampiri Prahdiska Bagas Shujiwo. Dia juga bertemu Wang Po-Wei, tapi di babak kualifikasi. Bagas memberikan perlawanan sengit, sayangnya belum cukup. Dua gim berakhir dengan skor 18-21 dan 19-21 untuk keunggulan pebulutangkis Taiwan itu. Kekalahan yang cukup disayangkan, mengingat permainan Bagas sebenarnya cukup solid.
Di sisi lain, Anthony Ginting tampil tanpa ampun. Menghadapi Kantaphon Wangcharoen dari Thailand, Ginting seperti tak memberi celah. Dengan permainan agresif dan cepat, dia menyelesaikan pertandingan hanya dalam dua gim. Skor 21-12 dan 21-7 menunjukkan dominasinya yang nyaris sempurna di lapangan.
Dengan kemenangan itu, Ginting pun melenggang ke babak 32 besar. Lawannya besok? Julien Carraggi, wakil Belgia. Pertemuan yang pasti akan menarik untuk disimak.
Begitulah suasana hari pertama kualifikasi. Dua wakil merah-putih masih bertahan, sementara satu lagi harus mengakui keunggulan lawan. Perjalanan masih panjang. Mari kita lihat bagaimana Yusuf dan Ginting tampil di babak utama nanti.
Berikut hasil lengkap partai kualifikasi tunggal putra hari ini:
Yohanes Saut Marcellyno vs Muhamad Yusuf: 14-21, 18-21.
Prahdiska Bagas Shujiwo vs Wang Po-Wei (Taiwan): 18-21, 19-21.
Anthony Sinisuka Ginting vs Kantaphon Wangcharoen (Thailand): 21-12, 21-7.
Artikel Terkait
PSIM Hadapi Persija di Gianyar dengan Beban 11 Laga Tanpa Kemenangan
Pengadilan Spanyol Paksa Jaringan IPTV Ilegal Bayar Kompensasi Rp868 Miliar
Internal Real Madrid Berselisih Soal Masa Depan Camavinga
I.League Kecam Keras Tendangan Liar Pemain U-20 di Elite Pro Academy