Di sisi lain, Fabregas juga punya evaluasi mendalam soal anak asuhnya sendiri. Musim lalu, finis di posisi kesepuluh sebagai tim promosi itu sudah prestasi. Tapi ada satu hal yang menurutnya masih kurang: mentalitas pemenang. Mentalitas untuk bertahan dan berjuang sampai peluit akhir berbunyi.
Itulah yang sedang dia tanamkan sekarang. Bagi Fabregas, seorang juara itu bukan cuma soal menang terus-menerus.
Jadi, pertandingan nanti bukan cuma soal perebutan tiga poin. Bagi Como, ini adalah ujian nyata sejauh mana mental baru mereka terbentuk. Siapkah mereka mengganggu pesta Milan? Kita lihat saja.
Artikel Terkait
Liverpool Tegaskan Alisson Tak Dijual, Nasib Mamardashvili Dipertanyakan
Kekalahan PSM Makassar Picu Kerusuhan Suporter dan Isu Pergantian Pelatih
Fajar/Fikri Lolos ke 16 Besar All England, Tantangan Berat Menanti Lawan Rekan Senegara
Dua Ganda Campuran Indonesia Pastikan Satu Tiket Perempat Final All England