Di sisi lain, Fabregas juga punya evaluasi mendalam soal anak asuhnya sendiri. Musim lalu, finis di posisi kesepuluh sebagai tim promosi itu sudah prestasi. Tapi ada satu hal yang menurutnya masih kurang: mentalitas pemenang. Mentalitas untuk bertahan dan berjuang sampai peluit akhir berbunyi.
Itulah yang sedang dia tanamkan sekarang. Bagi Fabregas, seorang juara itu bukan cuma soal menang terus-menerus.
Jadi, pertandingan nanti bukan cuma soal perebutan tiga poin. Bagi Como, ini adalah ujian nyata sejauh mana mental baru mereka terbentuk. Siapkah mereka mengganggu pesta Milan? Kita lihat saja.
Artikel Terkait
Undian AFF 2026: Indonesia di Ambang Grup Neraka di Era Herdman
Tiga Pembalap MotoGP Dipaksa Ganti Nomor, Salah Satunya Akibat Marquez Rebut Gelar
Fabregas dan Como: Cinta, Komitmen, dan Ujian Berat Melawan Milan
Grup Neraka Mengintai, Herdman Hadapi Ujian Berat di Drawing Piala AFF