Rabu (14/1) di New Delhi, harapan Indonesia di India Open 2026 harus terhenti lebih awal. Lanny Tria dan Amallia Pratiwi takluk dari unggulan utama asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dengan skor yang cukup telak: 21-19, 11-21, dan 9-21.
Pertandingan di Indira Gandhi Arena itu sebenarnya sempat menjanjikan. Gim pertama, Lanny/Tiwi memang agak kelabakan di awal. Mereka tertinggal 1-4. Tapi, perlahan mereka bangkit. Permainan mereka jadi lebih agresif, smash-smash langsung mereka lepaskan tanpa banyak pertimbangan. Cara main yang blak-blakan itu justru bikin lawan keteteran.
Skor pun berbalik. Dari 10-10, mereka malah unggul 11-10 saat jeda. Momentum terus mereka pegang, bahkan sempat menjauh 18-15. Meski Liu/Tan berusaha mempersulit, Lanny/Tiwi berhasil menutup gim pertama 21-19. Suasana saat itu tentu saja memberi harapan.
Namun begitu, segalanya berubah drastis di gim kedua.
Tekanan China langsung terasa dari servis pertama. Lanny/Tiwi seperti kehilangan ritme, dibuatnya banyak melakukan kesalahan sendiri. Tertinggal 0-7, situasi yang sangat sulit. Mereka sempat bangkit sedikit, mengejar jadi 4-7 saat lawan mengurangi tempo. Tapi itu cuma sebentar. Di interval, mereka masih tertinggal 6-11.
Selepas jeda, keadaan malah makin runyam. Ganda China bermain sangat solid, seolah tak mau memberi harapan lagi. Lanny/Tiwi terlihat keteteran, kehilangan ide untuk menyerang. Gim kedua pun berakhir cepat, 11-21.
Memasuki gim penentu, beban psikologis jelas terlihat. Lanny/Tiwi masih kesulitan. Mereka tertinggal 2-6, sempat mendekat jadi 5-6, tapi lagi-lagi tertinggal 6-11 di interval. Untuk bisa bangkit, mereka harus nyaris sempurna dan minim error.
Sayangnya, itu tak terjadi. Setelah interval, pertahanan Liu/Tan seperti benteng. Setiap serangan Indonesia diantisipasi dengan baik. Lawan bermain variatif, membuat Lanny/Tiwi pontang-panting di area pertahanan sendiri. Beberapa smash masih bisa dilepas, tapi hampir selalu dikembalikan dengan rapi. Poin demi poin lepas, pertandingan berakhir dengan skor 9-21 untuk gim ketiga.
Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Lanny/Tiwi di babak 32 besar. Lawan mereka, Liu/Tan, memang tampil lebih konsisten dan cerdas membaca permainan. Untuk ganda putri Indonesia, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam menjaga stabilitas permainan di saat tekanan datang bertubi-tubi.
Artikel Terkait
Marc Marquez Buka Peluang Pensiun Dini dari MotoGP Usai Musim 2026
Kemenpora dan Kemendikbudristek Sinergi Perkuat Ekosistem Olahraga Kampus
Inter Milan Satu Langkah Lagi Pastikan Scudetto Usai Bungkam Cagliari
Allegri dan Manajemen Milan Bahas Strategi Transfer Musim Panas