Ia tak berhenti di situ. Herdman tampaknya sudah punya formula tersendiri. Alih-alih menghindar, ia justru berniat memeluk tekanan itu, mengolahnya menjadi bahan bakar.
"Saya akan memaksimalkan [tekanan] itu menjadi sebuah anugerah untuk kita semua [di Timnas Indonesia]. Dan saya akan melanjutkan pemikiran ini atau memberikannya kepada para pemain. Saya pernah menikmati momen itu," tambahnya penuh keyakinan.
Ujian pertama bagi filosofinya itu akan datang lebih cepat dari yang dibayangkan. Pada Maret mendatang, Indonesia akan menjadi tuan rumah FIFA Series. Inilah tantangan perdana Herdman setelah duduk di kursi kepelatihan.
Buat yang belum familiar, FIFA Series adalah turnamen persahabatan bergengsi yang dihelat FIFA setiap dua tahun sekali. Konsepnya unik, berupa turnamen mini dengan empat tim di setiap negara tuan rumah. Indonesia akan menjamu tiga tim tamu dari berbagai konfederasi, meski siapa lawan kita nanti belum diumumkan.
Jadi, suasana panas Stadion GBK nanti bukan cuma dari cuaca. Tapi juga dari sorotan pertama kepada Herdman dan cara timnya menghadapi tekanan. Ia sudah bilang akan menikmatinya. Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Persebaya Pacu Adaptasi dan Persaingan Jelang Paruh Musim Kedua
Harapan Indonesia di India Open 2026 Pupus di Tangan Unggulan China
Herdman Resmi Ambil Alih, Era Baru Timnas Indonesia Dimulai
Persib Puncaki Klasemen, Bidik Treble Gelar Juara