Memasuki gim kedua, suasana masih sama: ketat. Jonatan sempat tertinggal tipis 3-4 di awal. Lagi-lagi, saat interval tiba, ia berada di posisi yang kurang menguntungkan dengan skor 9-11.
Usai jeda, Jonatan tampak berusaha memaksa permainan. Sempat ada secercah harapan saat jarak dipangkas jadi 13-14. Sayangnya, momentum justru berpindah ke pihak lawan. Kunlavut bangkit dan bermain semakin percaya diri, memperlebar gap hingga akhirnya menutup pertandingan dengan skor yang sama, 16-21.
Kekalahan ini tentu sebuah pukulan. Tapi, perjalanan di Malaysia Open 2026 sudah menunjukkan daya juangnya. Tinggal bagaimana ia bangkit untuk turnamen berikutnya.
Artikel Terkait
Hetifah Sjaifudian Desak Hukum Maksimal dan Larangan Seumur Hidup bagi Pelaku Pelecehan Atlet Panjat Tebing
Veda Ega Pratama Start Posisi Kelima Moto3 Thailand, Aura Bahagia Ingatkan Marc Marquez
Persebaya Hadapi Ujian Ketajaman Lini Depan Saat Jamu Persib
Dua Wakil Indonesia Gagal Melangkah ke Final German Open 2026