Warisan itu sendiri memang sulit untuk diabaikan. Mari kita ingat kembali, perjalanannya dimulai dari babak kualifikasi UEFA Conference League di musim panas 2024. Sebuah titik awal yang sederhana. Dari sana, Maresca berhasil membawa Chelsea kembali ke peta elite sepak bola Eropa.
Dalam satu setengah tahun kepemimpinannya, tiga capaian besar berhasil diraih. Tiket Liga Champions, gelar juara Conference League, dan puncaknya, mahkota Piala Dunia Antarklub 2025. Sebuah trofi prestisius yang menegaskan Chelsea sebagai tim terbaik dunia.
Di sisi lain, kepergiannya ini menyisakan pertanyaan besar tentang budaya instan di klub-klub top. Chelsea, dengan tekanan yang luar biasa, seolah terus menuntut hasil sekaligus kontrol penuh. Kursi pelatih di Stamford Bridge pun kembali menjadi salah satu posisi terpanas di Eropa.
Kini, semua perhatian beralih ke Liam Rosenior. Tugasnya tak akan mudah. Sementara Enzo Maresca pergi dengan kepala tegak, meninggalkan rekam jejak trofi yang akan selalu tercatat dalam sejarah panjang klub biru London itu.
Artikel Terkait
El Clásico Kembali Berpesta di Final Piala Super Spanyol 2026
Duel Sengit Arsenal vs Liverpool Berakhir Tanpa Gol
Febriana/Trias Bungkam Duo Tuan Rumah, Balas Luka SEA Games di Malaysia Open
Deco Pastikan Negosiasi Cancelo Hampir Rampung, Inter Milan Keok