Dia menambahkan, kerja keras tetaplah fondasi yang tak bisa ditawar.
tandasnya. Pernyataannya ini menunjukkan kedewasaannya; sebuah pelajaran berharga setelah beberapa tahun sebelumnya dihantui cedera panjang yang hampir mengubur kariernya.
Pandangan serupa datang dari adiknya, Alex Marquez. Pembalap Gresini Ducati yang finish sebagai runner-up musim 2025 itu sepakat. Menurut Alex, kondisi fisik yang prima adalah penentu utama konsistensi di lintasan. Keduanya percaya, persiapan sejak pramusim adalah langkah vital untuk menghadapi jadwal balapan yang padat dan penuh tekanan mental.
Di sisi lain, persiapan mereka sudah berjalan. Marc dan Alex terlihat serius menjaga kebugaran. Lari, latihan motokros, sampai main karting semua dilakukan untuk mempertahankan refleks dan ketahanan tubuh sebelum musim resmi dimulai.
MotoGP 2026 memang diramalkan bakal menjadi salah satu musim paling kompetitif. Dan di tengah hiruk-pikuk itu, ambisi Marc Marquez jelas: bukan cuma mempertahankan gelar, tapi juga menorehkan sejarah baru sebagai pembalap tersukses sepanjang masa. Perjalanannya dimulai dari hal yang paling mendasar: tetap fit.
Artikel Terkait
Duel Bruno Moreira vs Dusan Lagator, Rp14,7 Miliar di GBT
Fajar/Fikri Siap Hadapi All England 2026 yang Bertepatan dengan Ramadhan
Barcelona Minta Jadwal Liga Champions Diubah Hindari Bentrok dengan Pemilihan Presiden
Persebaya Hadapi PSM di Bung Tomo, Perebutan Puncak Klasemen dan Kehormatan