Harian Metro, dalam laporannya pada Sabtu (3/1/2026), secara gamblang mengangkat kegelisahan ini.
Bagi media setempat, penurunan ini bukan sekadar kekalahan biasa. Ini adalah alarm, tanda peringatan yang harus disikapi serius.
Di sisi lain, ada dugaan bahwa strategi racikan Herry IP mulai terbaca. Lawan-lawannya, terutama Indonesia, seakan sudah memecahkan kode permainan yang diterapkannya. Ritme dan taktik yang dulu jadi senjata ampuh, kini mungkin sudah tidak lagi menjadi kejutan.
“Hal ini menjadi sinyal jelas bahwa lawan mulai memahami ritme permainan Malaysia serta taktik racikan Herry,” pungkas laporan tersebut.
Naga Api memang pernah membawa api yang membara. Tapi sekarang, tantangannya adalah bagaimana menjaga api itu tetap menyala, dan tidak mudah dipadamkan oleh lawan yang semakin paham.
Artikel Terkait
Doohan Peringatkan Potensi Gesekan Jika Marquez dan Acosta Jadi Rekan Setim di Ducati
Sugiono Terpilih Aklamasi Pimpin IPSI, Erick Thohir Dorong Pencak Silat Go Internasional
Prabowo Minta Maaf Gagal Bawa Pencak Silat ke Olimpiade, Serahkan Estafet ke Sugiono
Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala AFF 2026, Takluk 1-2 dari Thailand