Harian Metro, dalam laporannya pada Sabtu (3/1/2026), secara gamblang mengangkat kegelisahan ini.
Bagi media setempat, penurunan ini bukan sekadar kekalahan biasa. Ini adalah alarm, tanda peringatan yang harus disikapi serius.
Di sisi lain, ada dugaan bahwa strategi racikan Herry IP mulai terbaca. Lawan-lawannya, terutama Indonesia, seakan sudah memecahkan kode permainan yang diterapkannya. Ritme dan taktik yang dulu jadi senjata ampuh, kini mungkin sudah tidak lagi menjadi kejutan.
“Hal ini menjadi sinyal jelas bahwa lawan mulai memahami ritme permainan Malaysia serta taktik racikan Herry,” pungkas laporan tersebut.
Naga Api memang pernah membawa api yang membara. Tapi sekarang, tantangannya adalah bagaimana menjaga api itu tetap menyala, dan tidak mudah dipadamkan oleh lawan yang semakin paham.
Artikel Terkait
Achraf Hakimi Jalani Persidangan Atas Tuduhan Pemerkosaan di Paris
Tardozzi Tenang, Jatuh Marquez di Tes Buriram Tak Pengaruhi Performa
Pat Nevin: Chelsea Bisa Jual Cole Palmer ke Manchester United
Babak Playoff Liga Champions: Inter dan Juventus Hadapi Tantangan Berat