Cadalora Rindu MotoGP Berdarah: Lebih Seru Duel Ducati vs Aprilia!

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:15 WIB
Cadalora Rindu MotoGP Berdarah: Lebih Seru Duel Ducati vs Aprilia!

Harapan Cadalora untuk MotoGP 2026: Duel Lintas Pabrikan, Bukan Rekan Setim

Dominasi Ducati di MotoGP 2025 memang tak terbantahkan. Mereka mengunci segalanya: konstruktor, plus dua podium teratas di klasemen pembalap. Tapi, bagi Luca Cadalora, justru di situlah letak masalahnya. Mantan pembalap asal Italia itu mengaku agak bosan. Bosan menyaksikan duel yang hanya terjadi antar pembalap satu tim.

“Ini menarik karena berakhir dengan klimaks yang hebat antara Aprilia dan Bezzecchi, dan Anda tahu, di rumah, di depan TV, kita suka melihat pertarungan,” ujar Cadalora.

Ia bicara soal final musim lalu. Marc Marquez sukses jadi juara dunia dengan Ducati Lenovo, disusul adiknya, Alex Marquez dari Gresini Ducati, di posisi kedua. Sejarah sih, memang. Pertama kalinya saudara kandung kuasai puncak klasemen. Tapi, menurut Cadalora, rasanya kurang greget. Persaingan terasa antiklimaks.

Padahal, menurutnya, Marco Bezzecchi dan Aprilia Racing yang finis ketiga sebenarnya punya momentum untuk memberi tekanan lebih serius. Sayang, tekanan itu tak cukup untuk mengubah narasi dominasi Ducati.

Nah, dari situlah harapannya untuk musim depan muncul. Cadalora ingin sesuatu yang berbeda. Ia mendambakan rivalitas yang lebih panas, yang melibatkan pabrikan berbeda. Bukan lagi Marquez vs Alex, tapi Marquez vs Bezzecchi, misalnya. Ducati melawan Aprilia.

“Jadi, jika itu dua pabrikan alih-alih pembalap dengan motor yang sama, mungkin kita akan lebih menikmatinya,” lanjutnya. “Mengapa tidak mengharapkan duel yang hebat? Márquez, Bezzecchi, Ducati, Aprilia, itu akan menjadi yang terbaik bagi kita para penggemar.”

Itu intinya. Bagi seorang legenda seperti Cadalora, balap motor terasa lebih hidup ketika ada konflik lintas tim. Ketika strategi, mesin, dan karakter pembalap dari pabrikan berbeda saling sikut di lintasan. Bukan sekadar duel internal dalam satu garasi yang sudah punya paket motor sama.

Di sisi lain, Cadalora juga punya harapan untuk Francesco Bagnaia. Pebalap Ducati yang pernah juara dunia itu hanya finis kelima di 2025. Musim yang jelas-jelas sulit baginya.

“Saya harap Bagnaia bisa kembali menemukan sentuhan dan daya saingnya. Dan mengapa tidak, saya pikir dia memiliki setiap kesempatan. Itu saja,” pungkasnya.

Jadi, bayangkan saja. Jika Bagnaia bangkit, ditambah rivalitas sengit antara Marquez di Ducati dan Bezzecchi yang makin matang di Aprilia, MotoGP 2026 memang berpotensi jadi ajang yang jauh lebih seru. Persaingan yang diidam-idamkan para penggemar tulen: berdarah-darah, penuh kejutan, dan tak cuma berkutat di dalam satu tim.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar