MARSEILLE – Nama Darryl Bakola tiba-tiba jadi buah bibir di kalangan raksasa Inggris. Arsenal, Chelsea, dan Manchester City dikabarkan sedang mengincar gelandang muda Marseille ini. Bakola seolah jadi magnet baru di bursa transfer.
Reputasinya melesat begitu cepat. Setelah performa impresifnya bersama tim utama, perhatian langsung tertuju padanya. Media Italia, Tutto Juve, bahkan menyebut ketiga klub Premier League itu sudah menyatakan minat serius. Bakola benar-benar melejit dalam waktu singkat.
Perjalanannya cukup menarik. Dia baru bergabung dengan akademi Marseille di tahun 2022. Namun, kerja kerasnya membuahkan hasil nyata: promosi ke tim utama di paruh kedua 2024. Langkah itu jelas menjadi titik balik yang dramatis bagi kariernya.
Di bawah Roberto De Zerbi, kepercayaan pun datang. Meski baru delapan penampilan untuk tim senior musim ini, kontribusinya sudah sulit diabaikan. Para pencari bakat dari klub-klub elite Eropa mulai membuka mata lebar-lebar.
Momen puncaknya mungkin terjadi di Liga Champions. Saat melawan Newcastle United, Bakola justru diturunkan sebagai starter. Dia tak hanya tampil dominan, tapi juga mencatat satu assist. Pertandingan itulah yang seolah mengonfirmasi bakat besarnya di panggung tertinggi.
Marseille Tertekan, Premier League Mengintai
Fleksibilitasnya di lini tengah jadi nilai plus. Bakola nyaman sebagai gelandang serang, tapi juga bisa diandalkan saat bermain lebih dalam. Karakter semacam ini tentu jadi incaran klub-klub yang berpikir jangka panjang.
Namun begitu, situasi kontraknya justru memicu spekulasi. Masa bakti pemain 18 tahun itu tinggal 18 bulan lagi. Kondisi ini, ditambah minat yang besar, membuat posisi Marseille jadi serba salah.
Manchester City, misalnya, dikabarkan ingin bergerak cepat. Mereka tak ingin nilai pasar Bakola melambung lebih tinggi lagi. Di sisi lain, Chelsea dengan proyek pemain mudanya juga melihat sang gelandang sebagai target yang pas.
Arsenal punya alasan sendiri. Mereka melihat Bakola sebagai bagian penting dari proses regenerasi lini tengah mereka. Ketertarikan bertiga ini jelas menempatkan Marseille dalam posisi yang sulit.
Medhi Benatia, direktur olahraga Marseille, sebenarnya berusaha bertahan. Dia sudah berhasil memperpanjang kontrak beberapa pemain kunci. Tapi upaya mempertahankan Bakola terasa lebih berat, mengingat godaan dari Inggris terus menguat.
Jadi, apa yang akan terjadi? Dengan reputasi yang terus menanjak dan minat yang membara, masa depan Darryl Bakola dipastikan akan jadi salah satu drama transfer yang seru untuk diikuti.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Jajaki Naturalisasi Striker Muda Luke Vickery
Paul Munster Hadapi Ujian Emosional Lawan Persebaya di Kandang Lamanya
Debut Buruk Ardiansyah dan Abu Kamara Bersama Klub Baru
Undian Nations League Pertemukan Irlandia dan Israel di Tengah Ketegangan Diplomatik