Pertandingan sendiri berjalan cukup seru. Arsenal langsung menekan sejak menit awal. Tekanan itu akhirnya berbuah di menit ke-14. Martin Odegaard, sang kapten, melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras dan tak bisa dihalang kiper Brighton. Gol indah itu pun membawa keunggulan bagi tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Arsenal tak mau lengah. Mereka menggandakan keunggulan di menit ke-52, meski lewat cara yang agak beruntung. Sepak pojik tajam Declan Rice menciptakan kekacauan di depan gawang Brighton. Dalam situasi kritis itu, Rutter justru salah antisipasi dan bola berakhir masuk ke gawangnya sendiri. Skor menjadi 2-0 untuk Arsenal.
Namun begitu, Brighton tak menyerah begitu saja. Mereka bangkit dan berhasil memperkecil ketertinggalan sekitar sepuluh menit kemudian. Tepatnya di menit ke-64, sepakan keras Wieffer menghantam tiang gawang. Bola muntah ke area berbahaya dan dengan sigap disambar Gomez sebelum dikonversi menjadi gol. Skor pun berubah menjadi 2-1.
Sisa pertandingan berlangsung alot. Brighton berusaha mengejar, sementara Arsenal bertahan mati-matian. Tapi, skor 2-1 itu bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Kemenangan ini jelas suntikan semangat besar bagi Mikel Arteta dan anak-anak asuhnya dalam perburuan gelar.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Jatuh, Posisi Klasemen Moto3 Anjlok Usai GP Amerika
ASICS Luncurkan Sepatu Khusus Padel di Indonesia, Respons Lonjakan Popularitas Olahraga Ini
Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series Malam Ini
Guido Pini Raih Kemenangan Perdana Moto3 di COTA, Veda Ega Gagal Finis