Pusingnya De la Fuente: Bek Muda Spanyol Terancam Tergusur Jelang Piala Dunia 2026

- Kamis, 25 Desember 2025 | 22:35 WIB
Pusingnya De la Fuente: Bek Muda Spanyol Terancam Tergusur Jelang Piala Dunia 2026

MADRID Luis de la Fuente pasti sedang pusing. Pelatih Timnas Spanyol ini menghadapi periode krusial, penuh dilema, untuk menentukan skuad yang akan dibawa ke Piala Dunia 2026 di Amerika, Meksiko, dan Kanada. Meski La Roja terlihat stabil pasca kesuksesan Euro 2024, persaingan di dalam tim justru semakin panas. Banyak nama baru bermunculan, mengincar posisi yang selama ini dianggap sudah pasti.

Di lini tengah, misalnya. Martin Zubimendi dan Mikel Merino tampil konsisten, memberikan tekanan serius pada duet andalan Rodri Hernandez dan Fabian Ruiz. Bahkan sang kapten di Euro 2024, Alvaro Morata, pun rasanya tak bisa lagi merasa aman akan tiket otomatisnya.

Namun begitu, sorotan paling tajam justru mengarah ke jantung pertahanan. Area itu kini dipenuhi tanda tanya besar.

Dean Huijsen Tak Lagi Aman?

Nama Dean Huijsen sempat mencuri perhatian. Bek muda Real Madrid itu pertama kali dipanggil timnas pada Maret lalu, dan langsung tampil meyakinkan di perempat final UEFA Nations League. Sejak momen itu, Huijsen hampir selalu masuk skuad dan sering jadi starter ketika kondisi fisiknya fit.

Tapi ceritanya mulai berubah. Menurut laporan Marca, posisinya kini tidak lagi sepenuhnya aman. Cedera yang datang silih berganti, ditambah penurunan performa dalam beberapa pekan terakhir, membuat namanya mulai dipertanyakan. Di bawah asuhan Xabi Alonso, Huijsen bahkan beberapa kali melakukan kesalahan yang cukup mengejutkan sepanjang musim ini.

Ancaman dari Nama-nama Lama

Situasi makin rumit dengan kabar kembalinya Aymeric Laporte ke sepak bola Spanyol. Bek berpengalaman itu kini membela Athletic Club, setelah sebelumnya hijrah ke Al-Nassr. Kepindahannya ke Arab Saudi waktu itu sempat membuatnya tersingkir dari skuad utama timnas.

Namun, bersama Robin Le Normand, Laporte adalah duet pilihan utama de la Fuente saat Spanyol tampil solid di Jerman. Jika keduanya kembali dalam kondisi prima, peluang mereka untuk ke Piala Dunia terbuka lebar. Ini jelas jadi ancaman serius.

Di sisi lain, Huijsen juga harus berjuang keras melawan Pau Cubarsi dan Dani Vivian. Ketiganya, jujur saja, belum menunjukkan performa yang benar-benar konsisten musim ini. Bahkan, jangan lupakan Cristhian Mosquera. Bek Arsenal yang sedang impresif itu juga bisa masuk dalam radar pelatih. Mosquera punya nilai tambah: dia fleksibel, bisa juga bermain sebagai bek kanan.

Jadi, dengan persaingan yang semakin ketat dan performa pemain yang naik-turun, Luis de la Fuente jelas sedang dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit. Di tengah situasi seperti ini, satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal: kehilangan tiket menuju panggung terbesar sepak bola dunia.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar