Suasana di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin malam lalu, jelas bukan milik Persija. Tim ibukota itu harus pulang dengan kantung kosong, tumbang 0-1 dari tuan rumah Semen Padang. Dan Mauricio Souza, sang pelatih, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Bagi Souza, masalahnya bukan cuma skor. Yang lebih mengkhawatirkan adalah cara timnya bermain. "Saya pikir hari ini bukan malam yang indah buat kita," ujarnya kepada para wartawan usai laga.
Ia mengakui, di babak pertama Persija sempat lebih unggul. Tapi itu pun jauh dari standar permainan yang biasa mereka tunjukkan. Gairah seolah menguap begitu saja.
"Tidak ada kreativitas, kalah dalam duel, para pemain tidak melakukan apa yang saya minta," tambahnya, dengan nada yang terdengar kesal. Ia juga menyoroti satu momen krusial: kartu yang diterima seorang pemainnya. Insiden itu, menurutnya, benar-benar mengubah jalannya pertandingan.
Kekalahan ini punya konsekuensi nyata di papan klasemen. Peluang untuk menyalip Persib di posisi kedua akhirnya buyar. Sekarang, Persija tetap bertengger di peringkat ketiga dengan koleksi 29 poin. Jaraknya? Cuma dua poin dari Persib, tapi terasa jauh sekali setelah malam yang mengecewakan itu.
Jadi, ini bukan sekadar soal kehilangan tiga poin. Performa tanpa nyawa dan tanpa ide itu yang membuat Souza geleng-geleng. Timnya butuh perbaikan serius, dan cepat.
Artikel Terkait
Mantan Presiden Barcelona Gaspart Bantah Keras Tuduhan Pembelian Wasit di Sidang
Enzo Fernandez Tegaskan Komitmen di Chelsea, Bantah Rumor ke Real Madrid
PSM Makassar Pastikan Boboev dan Lagator Terekrut Jelang Tutup Bursa Transfer
Guardiola Tegaskan Komitmen Bicara Isu Global Meski Ditegur