King Kazu, 58 Tahun, Perpanjang Kontrak dan Pertahankan Gelar Pemain Sepak Bola Tertua di Dunia

- Senin, 22 Desember 2025 | 20:55 WIB
King Kazu, 58 Tahun, Perpanjang Kontrak dan Pertahankan Gelar Pemain Sepak Bola Tertua di Dunia

Di usia yang bagi kebanyakan pemain sudah lama pensiun, Kazuyoshi Miura justru membuat kejutan lagi. Pemain asal Jepang ini baru saja menandatangani kontrak baru. Usianya? Lima puluh delapan tahun. Langkah ini secara otomatis memperpanjang gelarnya sebagai pesepak bola profesional tertua di dunia yang masih aktif. Sungguh pencapaian yang luar biasa di sepak bola modern.

Perjalanan Miura dimulai dari mimpi yang besar. Lahir tahun 1967, dia memutuskan merantau ke Brasil demi sepak bola sejak umur 15 tahun. Debut profesionalnya terjadi di Santos pada 1986, saat dia masih belia, 19 tahun. Bayangkan, saat itu sepak bola dunia sedang dalam era yang berbeda sama sekali. Sir Alex Ferguson baru memulai petualangannya di Manchester United. Sementara itu, Igor Belanov dari Ukraina meraih Ballon d'Or.

Setelah petualangan di beberapa klub Brasil seperti Palmeiras dan Coritiba, Miura akhirnya pulang ke Jepang. Tahun 1990, dia bergabung dengan Verdy Kawasaki. Di sinilah namanya benar-benar melambung. Delapan tahun membela klub itu, dia mencetak 110 gol dari 187 laga. Performa gemilang itu membawanya menjadi tulang punggung Timnas Jepang, dengan 55 gol dari 89 penampilan.

Puncaknya mungkin di tahun 1992. Miura tak hanya membantu Jepang juara Piala Asia, tapi juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Asia. Prestasi yang membenamkan namanya dalam sejarah sepak bola Asia.

Kariernya terus berlanjut. Setelah Verdy, dia membela Yokohama FC dalam hampir 300 pertandingan. Ada juga pengalaman di Vissel Kobe, Kyoto Sanga, bahkan sempat mencicipi liga Eropa dengan Genoa dan Australia bersama Sydney FC. Petualangannya benar-benar tak ada habisnya.

Kini, hampir 39 tahun sejak debutnya, "King Kazu" sama sekali tak menunjukkan tanda berhenti. Musim lalu dia masih bermain di kasta keempat Jepang bersama Atletico Suzuka. Tapi rupanya, dia masih ingin lebih.

Menurut kabar dari The Japan Times, penyerang yang akan berulang tahun ke-59 pada 26 Februari ini akan bergabung ke Fukushima United di Divisi Tiga Jepang. Statusnya dipinjam dari Atletico Suzuka untuk satu musim. Memang belum ada pengumuman resmi, tapi biasanya kepindahan Miura diumumkan pada pukul 11.11 tanggal 11 Januari. Itu adalah penghormatan pada nomor punggung 11 yang melekat padanya.

Lalu, apa rahasianya? Bagaimana bisa seorang pria hampir 60 tahun masih sanggup bersaing?

Kuncinya ada pada disiplin yang sangat ketat. Miura terkenal sangat menjaga kondisi fisiknya. Dia rutin memantau berat badan dan persentase lemak tubuh. Pola makannya diatur ketat: tinggi protein, rendah lemak. Setelah latihan, ritual pemulihannya termasuk berendam di air es. Bahkan, dia punya kebiasaan unik minum air berkarbonasi khusus dari Italia sebagai bagian dari rutinitas hariannya.

Namun begitu, bagi Miura sendiri, rahasianya lebih dari sekadar rutinitas fisik. Dalam sebuah wawancara dengan L'Equipe tahun 2024, dia membuka sedikit filosofinya.

"Rahasia saya tidak lebih dari kerja keras dan gairah," ujarnya.
"Saya ingin terus bermain sampai tubuh saya mengatakan cukup," tambahnya, seperti dikutip Sport Bible.

Di sisi lain, mayoritas pesepak bola memilih pensiun di usia pertengahan 30-an. Miura sudah melampaui batas itu jauh sekali. Keputusannya untuk terus bermain bukan lagi sekadar tentang mengejar trofi. Ini sudah menjadi simbol dedikasi, konsistensi yang nyaris tak masuk akal, dan tentu saja, cinta yang tak terbendung pada permainan sepak bola. Dia bukan lagi sekadar pemain, tapi sudah menjadi legenda yang hidup.

Komentar