Di lapangan, dominasi Jay Idzes tak terbantahkan. Bertahan selama 90 menit penuh, ia memenangkan semua empat duel udara melawan penyerang-penyerang La Viola. Performanya begitu impresif hingga media Italia, Sassuolo News, menjulukinya sebagai mimpi buruk bagi lini depan Fiorentina.
“Pertama ia menghadapi Moise Kean, lalu Roberto Piccoli. Idzes bertahan dengan sempurna melawan dua senjata andalan Viola itu,” tulis mereka.
Perannya tak cuma bertahan. Idzes juga jadi awal yang solid bagi serangan Sassuolo. Dari 21 umpan yang dia coba, 18 di antaranya berhasil menemui rekan setim sebuah peningkatan yang signifikan dibanding laga sebelumnya.
“Levelnya luar biasa. Jay benar-benar menebus diri setelah performa yang kurang perhatian saat Sassuolo tumbang dari Como,” sambung laporan media tersebut.
Kemenangan comeback ini membawa tiga poin berharga yang mendongkrak Sassuolo ke posisi delapan klasemen sementara. Namun, jalan masih panjang. Tantangan berikutnya jauh lebih berat: mereka harus bertandang ke markas AC Milan di San Siro minggu depan. Itu akan jadi ujian sesungguhnya.
Artikel Terkait
Sabar/Reza Tumbangkan Malaysia, Final Ganda Putri Indonesia Masters 2026 Pasti Diraih Tim Merah Putih
Apri/Lanny Taklukkan Tekanan, Tiket Semifinal Indonesia Masters 2026 Dibayar Mahal
Tiga Pasangan Indonesia Sikat Lawan, Semifinal Indonesia Masters 2026 Dikuasai Tuan Rumah
Kelme Resmi Ambil Alih, Timnas Indonesia Berbalut Apparel Spanyol