Dari sisi taktis, formasi 4-3-3 memang jadi tulang punggung bagi Kapadze untuk mengatur struktur tim. Baik saat membangun serangan maupun melakukan pressing tinggi, formasi ini jadi landasan. Tapi sekali lagi, penyesuaian adalah kunci. Prinsip agresif dan penciptaan peluang tetap tak berubah, hanya implementasinya yang bisa berbeda tergantung lawan.
Kapadze disebut-sebut termasuk dalam lima nama yang dilirik PSSI. Statusnya sebagai kandidat membuat setiap pernyataannya kini disorot lebih tajam.
Meski demikian, dia membantah keras bahwa kedatangannya kali ini terkait agenda resmi seleksi pelatih Timnas.
“Kedatangan saya ke sini untuk memenuhi undangan tentang pariwisata. Jadi tidak ada rencana secara resmi untuk wawancara terkait kepelatihan Timnas Indonesia,” tegasnya.
Di sisi lain, pelatih asal Uzbekistan itu tak menampik kemungkinan untuk bekerja di luar negerinya. Terbukanya peluang itu diungkapkannya dengan kalimat singkat.
“Pada dasarnya saya akan mempelajari semua tawaran yang masuk. Saya terbuka dengan tawaran,” tutup Kapadze, meninggalkan ruang untuk interpretasi tentang masa depannya dengan timnas Indonesia.
Artikel Terkait
Peluang Evan Soumilena ke Piala Asia Masih Terbuka, Fokus ke Pemulihan Cedera
Proliga 2026 Bergulir, Fahry Septian Jadi Magnet Duel Panas di Pontianak
Lima Andalan Indonesia Hadang Lawan Tangguh di 16 Besar Malaysia Open
Marc Marquez Bicara Batas Tubuh dan Warisan yang Tak Ingin Dia Turunkan