Kabarnya, dua puluh tentara Burundi gugur di medan pertempuran di timur Kongo. Mereka dikerahkan untuk mendukung pasukan pemerintah Kongo melawan gerilyawan M23 di wilayah Kivu Selatan. Pertempuran ini terjadi di area yang rawan dan kompleks.
Menurut sejumlah saksi, bentrokan mematikan ini cuma berjarak beberapa hari dari penandatanganan kesepakatan damai di Washington, AS. Kesepakatan yang diteken Kamis lalu itu sebenarnya punya tujuan mulia: meredakan ketegangan dan menstabilkan kawasan timur Kongo yang kaya mineral. Tapi di lapangan, situasinya ternyata jauh lebih panas dari yang dibayangkan.
Di sisi lain, upaya merebut kembali kendali atas kota perbatasan Kamanyola terus berlangsung sengit. Kota ini titik pertemuan tiga negara: Kongo, Rwanda, dan Burundi dan saat ini dikuasai oleh M23. Ribuan tentara Burundi dikerahkan untuk membantu pasukan Kongo dalam pertempuran ini. Saling serang jadi pemandangan sehari-hari.
Nah, dengan ketegangan yang makin memanas, Burundi justru mengirim bala bantuan tambahan. Mereka bertekad bulat untuk menghalangi laju M23 yang mengincar kota Uvira. Semuanya berlangsung dalam tekanan tinggi.
Jenazah ke-20 prajurit itu sudah dipulangkan ke Bujumbura, ibu kota ekonomi Burundi. Mereka jadi korban bentrokan sejak Senin lalu. Di antara yang tewas, ada seorang letnan kolonel plus tiga pengawal setianya. Mereka dilaporkan tewas Kamis malam akibat serangan drone di dataran Rusizi serangan yang datang tiba-tiba dan mematikan.
Sebuah sumber militer Burundi, yang enggan disebutkan namanya, mengklaim pihaknya juga memberi pukulan telak ke pasukan M23.
"Kami telah menyebabkan kerugian signifikan pada mereka dan berhasil membendung gerak maju mereka," ujar sumber tersebut.
Meski begitu, rincian lebih lanjut tentang korban di pihak M23 tidak diungkapkan. Pertempuran dilaporkan masih berlanjut hingga Sabtu kemarin. Suara tembakan dan ledakan masih terdengar di Kivu Selatan, mengisyaratkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang dan berliku.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Investigasi Tabrakan Kereta di Bekasi, Soroti Gagalnya Sistem Keselamatan Berlapis
Jetour International Luncurkan Strategi Global Travel+ dan Dua Merek Baru di Auto China 2026
Mahasiswi STMA Trisakti Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Dimakamkan di Jambi
Kombes Eko Budhi Purwono Diusulkan ke Hoegeng Awards 2026, Dinilai Sukses Ubah Pola Pikir Warga Lewat Program Green Policing