Alasan kedua tak kalah penting: kapabilitas kepemimpinan. Zwiers menilai Nova punya kemampuan memimpin yang natural. "Kepemimpinannya di antara pemain dan staf sangat jelas. Dia bisa menginspirasi mereka untuk bergerak ke satu arah dengan bahasa yang sama," paparnya.
Yang menarik, Zwiers juga menyoroti kemampuan analisis Nova yang tajam. "Saya pikir ini salah satu kekuatan terbesarnya," ucapnya.
Terakhir, ambisi besar Nova untuk terus berkembang menjadi pertimbangan penutup. "Dia terarah dengan baik, sangat ambisius, selalu bertanya dan memberikan ide. Proaktif dalam mengambil inisiatif," tutup Zwiers.
Dengan penunjukan ini, Nova seolah naik kelas. Dari sukses membesut Timnas U-17, kini tantangan baru menunggu di level U-20.
Artikel Terkait
Sabar-Reza Tumbang di Perempat Final Malaysia Open Setelah Duel Sengit
Fajar/Fikri Tumbangkan Raksasa India, Lolos ke Semifinal Malaysia Open
Comeback Apik Fajar/Fikri Buka Jalan ke Semifinal Malaysia Open
Undian Kejuaraan Beregu Asia 2026: Indonesia Langsung Dihadang Malaysia dan Jepang