Kontribusi para pemain naturalisasi seperti Kevin Diks, Jay Idzes, dan Thom Haye dinilai sangat signifikan bagi peningkatan performa skuad Garuda pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Indonesia bahkan disebut hampir menciptakan kejutan dengan nyaris melangkah ke putaran berikutnya sebelum akhirnya terhenti.
Dampak Langsung terhadap Posisi Indonesia di ASEAN
Peningkatan kualitas yang drastis ini membuat The Guardian menyimpulkan bahwa Indonesia kini adalah tim nasional terkuat di Asia Tenggara. Keperkasaan baru Indonesia ini rupanya mempengaruhi pola pikir dan strategi negara-negara sekitarnya. Malaysia, khususnya, disebut mulai mengkaji ulang pendekatan mereka setelah menyaksikan langsung hasil yang diraih oleh Indonesia.
Sayangnya, upaya Malaysia untuk mengadopsi strategi serupa tidak berjalan mulus. Proyek naturalisasi pemain dari berbagai negara seperti Brasil, Argentina, Spanyol, dan Belanda yang diklaim memiliki darah Malaysia justru berujung pada skandal. FIFA menemukan ketidakvalidan dalam beberapa dokumen yang diajukan, sehingga melarang para pemain tersebut untuk membela Timnas Malaysia. Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pun harus menerima sanksi denda yang tidak sedikit.
Meski FAM mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), kegagalan ini semakin mengukir perbedaan yang jelas antara kesuksesan Indonesia dan tantangan yang dihadapi federasi sepak bola Malaysia dalam mengelola program naturalisasi. Perbandingan ini semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai pelopor yang sukses dalam hal ini di kawasan ASEAN.
Artikel Terkait
Tiwi/Fadia Tersingkir di Semifinal BAC 2026 Usai Dikalahkan Ganda Putri China
Pelatih Persija Bela Cyrus Margono Usai Debut Pahit: Jangan Dinilai dari Satu Laga
Souto Soroti Kesalahan Dasar Meski Timnas Futsal Lolos ke Final AFF
Alex Marquez Akui Persaingan Gila dan Kejar Podium Perdana MotoGP 2026