Presiden Prabowo Subianto punya pesan tegas soal bantuan untuk korban bencana di Sumatera. Intinya sederhana: siapa pun yang ingin menolong, dipersilakan. Pemerintah sama sekali tidak akan menolak.
Pernyataan itu dia sampaikan dalam rapat koordinasi, Kamis lalu, saat meninjau hunian sementara di Aceh Tamiang. Suasana saat itu cukup padat, dihadiri sejumlah pejabat tinggi.
"Juga tolong jangan diartikan kita sombong tidak mau menerima bantuan. Silakan," tegas Prabowo.
Dia melanjutkan dengan nada yang lebih gamblang, "Kalau yang saya katakan itu, ini kan masalah kemanusiaan. Kalau siapa pun yang mau bantu masa kita tolak? Bodoh sekali kalau kita tolak."
Rakor itu sendiri dihadiri deretan nama penting. Mulai dari Mendagri Tito Karnavian, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, hingga Menlu Sugiono. Turut hadir juga Wakil Panglima Tandyo Budi, KSAD Maruli Simanjuntak, dan Kepala BNPB Suharyanto. Tak ketinggalan, sejumlah pejabat lain seperti Seskab Teddy Indra Wijaya dan para petinggi Danantara, Rosan Roeslani serta Dony Oskaria, hadir pula Mensesneg Prasetyo Hadi.
Di sisi lain, Prabowo juga menegaskan satu hal. Meski status bencana nasional belum ditetapkan untuk peristiwa di Sumatera ini, komitmen pemerintah tidak akan setengah-setengah.
Artikel Terkait
Sopir Jaklingko Dipecat Usai Hina Penumpang dengan Sebutan Monyet
Malioboro Siapkan Penjaga Tak Kasat Mata untuk Antisipasi Darurat Jantung
Bupati Aceh Tamiang Minta 42 Ribu Rumah Huntap ke Prabowo Pascabanjir
Belatung di Piring Sekolah: Saat Negara Alergi Kritik, Rakyat Hanya Bisa Bersyukur