Indonesia Didorong MADANI Berkelanjutan Ambil Peran Kunci di COP30 Brasil

- Kamis, 13 November 2025 | 07:45 WIB
Indonesia Didorong MADANI Berkelanjutan Ambil Peran Kunci di COP30 Brasil
Peran Penting Indonesia di COP30 Brasil Menurut MADANI Berkelanjutan

Indonesia Didorong Ambil Peran Kunci di Konferensi Iklim COP30 Brasil

Organisasi lingkungan MADANI Berkelanjutan menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk memainkan peran yang sangat strategis dalam Konferensi Perubahan Iklim (COP30) di Brasil. Potensi ini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam yang dapat menjadi modal untuk secara signifikan menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca.

Direktur Eksekutif MADANI Berkelanjutan, Nadia Hadad, menjelaskan bahwa aset dan sumber daya yang dimiliki Indonesia seharusnya menjadi modal kuat dalam perhelatan dan perundingan iklim global. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi nyata Indonesia dalam aksi penurunan emisi dunia.

Peran Masyarakat Sipil dalam Mengatasi Perubahan Iklim

Nadia juga menekankan peran krusial yang dimainkan oleh masyarakat sipil dalam proses penanganan perubahan iklim. Menurutnya, kelompok inilah yang merasakan dampak langsung dari krisis iklim yang terjadi.

Dijelaskannya bahwa krisis iklim yang berlangsung justru memperburuk tingkat ketimpangan sosial yang ada. Dampak dari krisis ini semakin dirasakan parah, sehingga partisipasi masyarakat menjadi elemen yang tidak terpisahkan.

Dialog dengan Menteri Lingkungan Hidup di COP30

Isu strategis ini turut dibahas oleh Nadia bersama perwakilan organisasi lingkungan lainnya dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam pertemuan di ajang COP30. Menurut laporan, Menteri Hanif menyambut positif masukan-masukan yang diberikan.

Nadia mengungkapkan bahwa menteri mengakui adanya keterbatasan dalam melibatkan masyarakat sipil dalam berbagai dialog kebijakan, khususnya dalam beberapa tahun terakhir. Namun, terdapat komitmen dan keinginan yang baik dari pihak menteri untuk ke depannya lebih melibatkan peran serta masyarakat sipil, baik dalam proses perumusan kebijakan maupun dalam implementasi strategi pembangunan rendah karbon.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar