"Terapi hiperbarik dimaksudkan untuk memperbaiki sistem akustik pada organ koklea atau rumah siput di telinga. Hasil pemeriksaan audiometri menunjukkan bahwa kondisi mereka tidak termasuk dalam kategori berat, sehingga kami sangat berharap terapi ini dapat mengembalikan fungsi pendengaran dengan baik," jelas Muhammadi lebih lanjut.
Satu Korban Butuh Tindakan Operasi
Selain penanganan untuk kasus tuli mendadak, pihak rumah sakit juga mempersiapkan tindakan operasi untuk satu orang korban lainnya. Korban ini mengalami kebocoran pada gendang telinganya. Untuk korban-korban lain dengan kondisi serupa namun lebih ringan, tim medis akan melakukan observasi lebih lanjut mengingat potensi pemulihan alami yang dimiliki karena usia mereka yang masih muda.
RS Yarsi memastikan bahwa seluruh kasus medis para korban telah ditangani secara serius dan komprehensif oleh dokter spesialis. Hingga laporan ini dibuat, tidak ada korban yang berada dalam kondisi kritis.
Artikel Terkait
Sudinsos Jakarta Barat Buru Wanita yang Kerap Tak Bayar Makanan dan Ojol
Warga Belanda Hadapi Dakwaan Produksi Ganja Hidroponik di Denpasar
Polda Aceh Kawal Pembangunan Huntap dan Jembatan Pascabencana
Sidang Praperadilan Gus Yaqut Ditunda, KPK Absen dengan Alasan Tim Sibuk