Insiden ledakan ini terjadi pada hari Jumat, bertepatan dengan pelaksanaan khutbah salat Jumat. Akibat kejadian ini, tercatat sebanyak 96 orang menjadi korban dan mengalami luka-luka.
Berdasarkan investigasi, pelaku ledakan teridentifikasi sebagai seorang siswa dari SMAN 72 Jakarta. Tim Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan bahwa pelaku diduga aktif mengakses situs dark web. Melalui situs tersebut, pelaku mempelajari dan merakit sendiri alat peledak yang digunakan.
Dalam penggerebekan, polisi menemukan total tujuh unit alat peledak di lingkungan sekolah. Empat di antaranya berhasil meledak, sementara sisanya berhasil diamankan. Penyidik juga telah melakukan penggeledahan di rumah pelaku dan menyita sejumlah alat bukti pendukung.
Saat ini, sejumlah korban masih menjalani perawatan intensif di empat rumah sakit yang tersebar di Jakarta. Kepolisian Republik Indonesia bersama dengan stakeholder terkait terus memantau kondisi para korban dan memberikan layanan pemulihan trauma pasca insiden.
Artikel Terkait
Pria Lansia di Banjarmasin Tewas Ditusuk Diduga oleh Adik Iparnya
Pemerintah Terapkan WFH bagi ASN Setiap Jumat Mulai April 2026
Harga Minyak Anjlok Usai Pernyataan Lunak Presiden Iran
Buronan Interpol Bos Mafia Skotlandia Ditangkap di Bandara Bali