Jalan Rusak 2 Km di Pandeglang, Guru 17 Tahun Mengabdi & Murid Terpaksa Lewati Kubangan

- Selasa, 11 November 2025 | 15:35 WIB
Jalan Rusak 2 Km di Pandeglang, Guru 17 Tahun Mengabdi & Murid Terpaksa Lewati Kubangan

Kondisi jalan rusak dan berlumpur di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi perhatian publik setelah video perjuangan pelajar menuju sekolah viral di media sosial. Seorang guru SDN Turus 5 bernama Apwan Munandar mengungkapkan bahwa jalan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju sekolah.

Apwan mengaku telah melewati jalan berlumpur tersebut selama hampir 17 tahun mengabdi sebagai guru. Ia menegaskan tidak ada alternatif jalan lain yang dapat dilalui oleh warga dan anak-anak sekolah untuk mencapai tujuan mereka.

"Selama 17 tahun mengabdi, saya selalu melalui jalan rusak itu. Ini merupakan akses utama bagi warga dan pelajar karena tidak ada pilihan rute lain," ujar Apwan.

Kondisi jalan yang mirip kubangan ini dinilai sangat membahayakan keselamatan siswa dan pengendara. Banyak laporan mengenai siswa dan pengendara yang terjatuh saat melintasi jalan berlumpur tersebut.

"Banyak yang terjatuh karena kondisi jalan yang sangat buruk. Murid-murid dari Desa Pasir Gadung harus menghadapi risiko ini setiap hari," tambah Apwan.

Menurut keterangan Apwan, total jalan rusak menuju sekolah mencapai sekitar 2 kilometer. Namun, bagian yang paling parah dan berlumpur mencapai sekitar 500 meter, yang terletak di samping proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.

"Sekitar 500 meter bagian yang paling berlumpur berada di area pinggir proyek tol," jelasnya.

Apwan berharap pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur jalan tersebut. Tindakan cepat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang dan memastikan kenyamanan siswa dalam perjalanan pulang-pergi ke sekolah.

"Anak-anak sampai ke sekolah dalam keadaan kotor dan berlumpur. Sangat disayangkan melihat kondisi seperti ini menimpa generasi penerus bangsa," ungkap Apwan.

Video viral yang beredar menunjukkan sejumlah pelajar berseragam Pramuka berjuang melintasi jalan berlumpur. Dalam rekaman tersebut terdengar suara pria yang mengomentari kondisi jalan dengan menyatakan ketidakadilan yang dialami masyarakat.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar