Polrestabes Palembang menghentikan penyelidikan kasus dugaan penganiayaan yang menimpa seorang siswa SDN 150 Palembang bernama Fatiyah. Keputusan penghentian laporan ini diambil setelah pemeriksaan medis tidak menemukan bukti adanya kekerasan pada tubuh anak tersebut.
Kasus ini awalnya mencuat karena kondisi mata Fatiyah yang terlihat lebam dan memerah, sehingga memunculkan kecurigaan bahwa ia menjadi korban penganiayaan. Namun, hasil pemeriksaan kesehatan justru mengungkap fakta yang berbeda. Fatiyah didiagnosis menderita pertusis, yang juga dikenal sebagai batuk rejan.
Kombes Harryo Sugihhartono, Kapolrestabes Palembang, menjelaskan bahwa pemeriksaan menyeluruh tidak menemukan indikasi kekerasan. "Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Korban ternyata mengalami gejala pertusis atau batuk rejan," jelasnya.
Artikel Terkait
iCAR V23: Mobil Listrik Off-road dengan Sistem Penggerak Pintar i-WD
Mendagri Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh, Pemulihan Bencana Diperkirakan Butuh Tiga Tahun
Kecelakaan Maut di Garut, Satu Tewas dan Tiga Luka-Luka Akibat Mobil Oleng
Waisak 2026 Jatuh pada 31 Mei, Berpotensi Libur Panjang Tiga Hari