Fase berikutnya dalam kesepakatan gencatan senjata ini melibatkan pembentukan sebuah pasukan multinasional. Pasukan ini dirancang untuk mengambil alih tanggung jawab keamanan di wilayah Gaza secara bertahap dari tangan militer Israel.
Namun, terdapat penolakan jelas dari pemerintah Israel mengenai keterlibatan pasukan tertentu. Seorang juru bicara pemerintah Israel menegaskan pada hari Minggu bahwa tidak akan ada kehadiran pasukan Turki di lapangan sebagai bagian dari pasukan multinasional tersebut.
Menanggapi hal ini, Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki, Tom Barrack, dalam sebuah konferensi keamanan menyatakan bahwa Turki diharapkan akan tetap berpartisipasi. Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyoroti peran konstruktif yang diharapkan dari Ankara, sambil menekankan bahwa Washington tidak akan memaksakan keberadaan pasukan asing manapun di wilayah Israel.
Artikel Terkait
Satu Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang
Disdik DKI Cairkan Dana KJP Plus Tahap I 2026 untuk 707.477 Siswa
Polisi Tangkap Driver Taksi Online Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Jakarta
IEA Dukung Imbauan Pemerintah Indonesia untuk Hemat Energi