Akibat usia infrastruktur yang sangat tua, tingkat kebocoran air atau non-revenue water (NRW) di Jakarta masih tergolong tinggi. Menghadapi masalah ini, PAM Jaya telah menyusun rencana untuk mengganti jaringan pipa lama secara bertahap.
Namun, Arif mengakui bahwa biaya untuk proyek peremajaan ini tidak kecil. "Kami butuh tambahan pendanaan sekitar Rp 14 triliun untuk memperbarui pipa-pipa tersebut. Kalau sudah diganti, airnya nanti bisa langsung diminum," tuturnya.
Manfaat Jangka Panjang Peremajaan Pipa
Peremajaan jaringan pipa dinilai sebagai kunci utama untuk meningkatkan keandalan dan kualitas layanan air bersih di Jakarta. Arif menekankan bahwa dampaknya akan sangat luas bagi kesehatan masyarakat.
"Kalau airnya bagus, insyaallah stunting berkurang, penyakit karena air bisa ditekan, dan masyarakat makin sehat," imbuhnya, menyoroti manfaat jangka panjang dari pembaruan infrastruktur air ini.
Artikel Terkait
Wagub Kaltara Soroti Kondisi Jembatan dan RS Rusak di Perbatasan Apau Kayan
Spekulasi Hubungan Baru Pratama Arhan dengan Selebgram Inka Andestha
Geliat Ekonomi Daerah Melonjak Tiga Kali Lipat Saat Mudik Lebaran
Senegal Ajukan Banding ke CAS Soal Pencabutan Gelar Juara Piala Afrika 2025