Hashim Djojohadikusumo Hadiri KTT COP30 di Brasil: Agenda & Strategi Indonesia

- Jumat, 07 November 2025 | 01:45 WIB
Hashim Djojohadikusumo Hadiri KTT COP30 di Brasil: Agenda & Strategi Indonesia
Utusan Khusus Presiden RI Hadiri Belem Climate Summit di Brasil - KTT COP30

Utusan Khusus Presiden RI Hadiri Belem Climate Summit di Brasil untuk KTT COP30

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia bidang Perubahan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, telah tiba di Brasil untuk menghadiri Belem Climate Summit. Pertemuan puncak ini mengumpulkan para pemimpin global untuk membahas langkah konkret mengatasi perubahan iklim.

Berdasarkan pantauan, Hashim tiba di Hangar Centro de Convencoes da Amazonia, Belém, pada Kamis (6/11) sekitar pukul 13.40 waktu setempat. Kehadirannya didampingi oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Apa Itu Belem Climate Summit dan KTT COP30?

Belem Climate Summit merupakan bagian pembuka dari Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa atau KTT COP ke-30. Acara utama KTT COP30 sendiri akan berlangsung pada 10-21 November 2025, diawali dengan pertemuan tingkat tinggi para pemimpin dunia pada 6-7 November.

Tema utama KTT COP30 berfokus pada percepatan implementasi tujuan Perjanjian Paris. Pembahasan akan mencakup mitigasi emisi gas rumah kaca, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta peningkatan pendanaan iklim untuk negara-negara berkembang.

Isu Penting yang Diangkat dalam KTT COP30

Konferensi ini juga akan menyoroti beberapa isu krusial, termasuk pembangunan kota tangguh dalam menghadapi panas ekstrem, transisi energi yang berkeadilan, serta peran dan inklusi masyarakat adat. Perlindungan hutan dan keanekaragaman hayati, khususnya di kawasan Amazon, juga menjadi agenda prioritas.

Poin dan Strategi Indonesia di KTT COP30

Delegasi Indonesia datang dengan sejumlah poin strategis. Salah satunya adalah mempromosikan potensi karbon Indonesia yang memiliki kualitas dan integritas tinggi kepada pasar global.

Selain itu, Indonesia akan menunjukkan komitmen dan upayanya dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui penguatan ketahanan iklim (climate resilience). Berbagai teknologi inovatif yang disiapkan untuk menghadapi dampak perubahan iklim juga akan ditampilkan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar