Kejadian ini memicu gelombang kemarahan di media sosial dan kembali membuka perdebatan tentang ancaman pelecehan serta keamanan perempuan di ruang publik. Polisi Mexico City juga mengungkap temuan awal yang mengaitkan pelaku dengan dugaan dua kasus pelecehan lainnya terhadap perempuan pada hari yang sama.
Pernyataan Tegas Claudia Sheinbaum
Sebagai presiden perempuan pertama Meksiko, Sheinbaum dengan tegas menyatakan keputusannya untuk menempuh jalur hukum. Ia menggambarkan pelaku sebagai pria yang dalam keadaan mabuk.
"Saya memutuskan untuk mengajukan tuntutan karena ini adalah sesuatu yang saya alami sebagai seorang wanita sesuatu yang dialami oleh semua wanita di negara kami," ujarnya. "Tidak ada pria yang memiliki hak untuk melanggar ruang tersebut."
Bukan Pengalaman Pertama Sheinbaum Hadapi Pelecehan
Sheinbaum mengungkapkan bahwa ini bukanlah pertama kalinya ia mengalami pelecehan. Sepanjang kariernya, ia terbuka tentang pengalaman buruknya di masa lalu. Pada 2021, dalam peringatan Hari Perempuan Internasional, ia membagikan pengalaman dilecehkan di transportasi umum saat berusia 12 tahun, serta pelecehan yang dilakukan oleh seorang profesor saat masih berstatus mahasiswa.
Artikel Terkait
Trump Klaim Buka Dialog dengan Tokoh Iran, Ancam Lanjutkan Serangan Bom
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Segala Permusuhan, Sebut Perang Modern sebagai Skandal
Polri Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Balik Lebaran, One Way Nasional Diberlakukan
KPK Alihkan Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas dari Rumah ke Rutan