Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Ajukan Tuntutan Usai Alami Pelecehan Fisik
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, secara resmi mengajukan tuntutan terhadap seorang pria yang diduga meraba dan hampir menciumnya secara paksa. Sheinbaum menegaskan bahwa insiden ini bukan hanya menyerang dirinya, tetapi juga merupakan serangan terhadap seluruh perempuan di Meksiko.
Pelaku Ditangkap dan Ditahan di Unit Kejahatan Seksual
Berdasarkan informasi dari Walikota Mexico City, Clara Brugada, pelaku berhasil ditangkap pada Rabu malam. Saat ini, pria tersebut ditahan di Unit Investigasi Kejahatan Seks untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Kronologi Pelecehan terhadap Presiden Perempuan Meksiko
Insiden pelecehan ini terjadi pada hari Selasa di Mexico City. Rekaman video yang beredar luas menunjukkan seorang pria menerobos kerumunan dan mendekati Presiden Sheinbaum. Dalam video terlihat jelas pria tersebut menyentuh payudara dan berusaha menciumnya di hadapan publik di alun-alun Zócalo. Aksi pelecehan ini baru dihentikan setelah ajudan utamanya, Juan José Ramírez Mendoza, turun tangan.
Insiden Picu Kemarahan dan Soroti Isu Keamanan Perempuan
Kejadian ini memicu gelombang kemarahan di media sosial dan kembali membuka perdebatan tentang ancaman pelecehan serta keamanan perempuan di ruang publik. Polisi Mexico City juga mengungkap temuan awal yang mengaitkan pelaku dengan dugaan dua kasus pelecehan lainnya terhadap perempuan pada hari yang sama.
Pernyataan Tegas Claudia Sheinbaum
Sebagai presiden perempuan pertama Meksiko, Sheinbaum dengan tegas menyatakan keputusannya untuk menempuh jalur hukum. Ia menggambarkan pelaku sebagai pria yang dalam keadaan mabuk.
"Saya memutuskan untuk mengajukan tuntutan karena ini adalah sesuatu yang saya alami sebagai seorang wanita sesuatu yang dialami oleh semua wanita di negara kami," ujarnya. "Tidak ada pria yang memiliki hak untuk melanggar ruang tersebut."
Bukan Pengalaman Pertama Sheinbaum Hadapi Pelecehan
Sheinbaum mengungkapkan bahwa ini bukanlah pertama kalinya ia mengalami pelecehan. Sepanjang kariernya, ia terbuka tentang pengalaman buruknya di masa lalu. Pada 2021, dalam peringatan Hari Perempuan Internasional, ia membagikan pengalaman dilecehkan di transportasi umum saat berusia 12 tahun, serta pelecehan yang dilakukan oleh seorang profesor saat masih berstatus mahasiswa.
Artikel Terkait
Komnas HAM Terancam Deadlock, DPR Didorong Segera Isi Kursi Kosong
Komnas HAM Beroperasi dengan Satu Kursi Kosong, Kinerja dan Legitimasi Terancam
Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami