RDTR: Kunci Wujudkan Kota Berkarakter dan Berkelanjutan Menurut Wamendagri

- Kamis, 06 November 2025 | 18:55 WIB
RDTR: Kunci Wujudkan Kota Berkarakter dan Berkelanjutan Menurut Wamendagri

RDTR Kunci Wujudkan Kota Berkarakter dan Berkelanjutan, Tegas Wamendagri

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) merupakan instrumen kunci dalam menciptakan kota-kota Indonesia yang berkarakter, hijau, dan berkelanjutan. Menurut penjelasannya, RDTR berfungsi sebagai pedoman zonasi yang mengatur penempatan serta pemetaan lokasi pembangunan secara komprehensif.

Transformasi Menuju Kota Masa Depan

Dalam paparannya di Sarasehan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional 2025 di Hotel Sheraton Gandaria, Jakarta, Bima Arya menyampaikan harapan besar terhadap implementasi RDTR. "Kita berharap, RDTR ini bisa membuat kota bertransformasi, dari sekadar kota yang sama prototipe-nya, menjadi kota yang kita mimpikan, kota yang berkelanjutan, kota hijau, dan kota inklusif, serta ekonominya tumbuh," ujar Bima melalui keterangan tertulis pada Kamis (6/11/2025).

Aspek Penting dalam Perencanaan Tata Ruang

Wamendagri menambahkan bahwa penyusunan desain tata ruang kota yang ideal harus mempertimbangkan beberapa aspek fundamental. Aspek-aspek tersebut mencakup pelestarian keasrian lahan hijau, perlindungan terhadap lahan sawah produktif, serta pengaturan area pembangunan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Menampilkan Branding dan Ciri Khas Kota

Lebih lanjut, Bima menekankan bahwa RDTR juga harus mampu menonjolkan branding atau identitas unik setiap kota. Namun, ia mengakui bahwa hal ini merupakan tantangan yang tidak sederhana. "Ini tidak mudah, untuk menyulap [atau] mentransformasi lautan ruko, lautan angkot, lautan PKL (Pedagang Kaki Lima) menjadi nuansa lokal yang betul-betul kuat," tuturnya.

Kolaborasi untuk Perencanaan Partisipatif

Bima Arya menekankan pentingnya koordinasi yang erat antara berbagai pemangku kepentingan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia, tokoh adat, dan masyarakat harus bersinergi untuk mewujudkan perencanaan kota yang partisipatif dan inklusif. "Saya kira kita harus manfaatkan kebaikan hati dari Pak Menteri Keuangan, Pak Menteri ATR (Agraria dan Tata Ruang), alokasi untuk RDTR ini, kita sambut dengan semangat kolektif dan kebersamaan untuk pembangunan yang melibatkan semua," jelasnya.

Investasi untuk Generasi Muda

Ditegaskannya bahwa pembangunan tata ruang kota merupakan investasi berharga bagi generasi muda di masa depan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) muda, untuk aktif berkontribusi dalam merancang tata ruang yang sehat dan berkualitas. "Kita butuhkan keahliannya, lebih dari sekadar politik dan pemerintahan, tapi kemampuan untuk menata ruang lebih inklusif dan terbuka demi cita-cita kita menjadi negara maju di tahun 2045," pungkas Bima Arya.

Acara sarasehan ini juga dihadiri oleh Menteri ATR/Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Ketua Umum IAP Indonesia Hendricus Andy Simarmata, serta berbagai pejabat terkait lainnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar