1.158 Perwira Polri Lulusan SIP Angkatan 54 Resmi Dilantik, Siap Wujudkan Transformasi Pelayanan
Sebanyak 1.158 perwira Polri telah resmi dilantik sebagai lulusan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54 Gelombang II Tahun Anggaran 2025. Dari jumlah tersebut, tercatat 1.101 polisi laki-laki dan 57 polisi wanita yang siap bertugas.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memimpin langsung upacara pelantikan yang digelar di Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Jawa Barat. Dalam arahannya, Dedi menegaskan bahwa para perwira baru harus segera menunjukkan perubahan nyata di lapangan dan tidak berhenti pada teori saja.
Titik Awal Perubahan bagi Polri
"Hari ini bukan hanya pelantikan pangkat, tetapi titik awal perubahan. Masyarakat menunggu aksi, bukan janji. Tunjukkan di lapangan bahwa kehadiran kalian membawa perbaikan nyata bagi wajah Polri," tegas Dedi dalam keterangannya, Kamis (6/11/2025).
Selama 4 bulan menjalani pendidikan SIP, para peserta telah dibekali pengetahuan kepemimpinan dan keterampilan teknis kepolisian. Namun, Dedi menegaskan bahwa ujian sesungguhnya justru dimulai setelah mereka kembali ke satuan tugas masing-masing.
Peran Baru Perwira Polri sebagai Pengendali Lapangan
Menurut Dedi, perwira Polri kini tidak lagi hanya berperan sebagai pelaksana perintah, tetapi harus menjadi pengendali di lapangan yang mampu membimbing anggota, menjaga standar pelayanan, dan memastikan kebijakan pimpinan dijalankan dengan baik di tingkat operasional.
"Sekarang kalian bukan lagi pelaksana, tetapi pengendali di lapangan. Bimbing anggota, jaga standar pelayanan, dan pastikan setiap kebijakan diterjemahkan menjadi tindakan. Jangan biarkan teori berhenti di ruang kelas," ucap Dedi.
Transformasi Polri untuk Pulihkan Kepercayaan Publik
Dedi menekankan bahwa keberhasilan seorang perwira tidak diukur dari banyaknya laporan atau penghargaan, melainkan dari seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat di lingkungan tugasnya. Saat ini, Polri sedang menghadapi tantangan besar dalam memulihkan kepercayaan publik setelah berbagai dinamika dan penurunan citra yang terjadi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Polri telah mencanangkan program Quick Wins Akselerasi Transformasi dan menerbitkan buku Do's and Don'ts sebagai panduan perilaku anggota. Namun Wakapolri mengingatkan agar langkah tersebut tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan langsung dalam pelayanan di lapangan.
"Quick Wins bukan di atas kertas. Ukurannya sederhana: masyarakat merasa aman, dilayani dengan hormat, dan percaya bahwa polisi bekerja untuk mereka," ujarnya.
Optimalisasi SPKT dan PAMAPTA sebagai Garda Terdepan
Lebih lanjut, Dedi menyoroti pentingnya memperkuat pelayanan publik melalui optimalisasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan fungsi PAMAPTA (Patroli dan Pengamanan Tempat). Menurutnya, kedua unit ini menjadi garda terdepan citra Polri di mata masyarakat.
Sebagian besar lulusan SIP akan ditempatkan di fungsi tersebut untuk menunjukkan perubahan nyata dalam pola pelayanan. "Mulai dari SPKT dan PAMAPTA, ubah cara kerja, ubah cara melayani. Datangi masyarakat lebih dulu, tanggapi cepat laporan, dan pastikan setiap warga merasakan kehadiran Polri yang manusiawi dan tanggap," tegasnya.
Artikel Terkait
Polisi Pastikan Mayat yang Viral di Tambora adalah Biawak Hidup 1,7 Meter
THR Idulfitri 2026 Wajib Dibayarkan Paling Lambat 13 Maret
Imlek 2026: Filosofi Warna Merah dan Kemeriahan di Jakarta
Wisatawan Jakarta Tewas Tenggelam di Pantai Ciantir Usai Abaikan Zona Bahaya