Bripka Rissa Melawati: Polisi Humanis Penjaga Perempuan dan Anak di Samarinda
Bripka Rissa Melawati dari Banum Unitdik VI Satreskrim Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, telah menunjukkan konsistensi luar biasa selama 7 tahun. Ia secara khusus menangani kasus-kasus pelecehan terhadap perempuan dan anak di wilayah Samarinda. Kunci kesuksesannya terletak pada pendekatan humanis yang ia terapkan untuk melindungi para korban.
Berdedikasi sejak tahun 2018, Rissa telah berkecimpung dalam penanganan kasus Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Sepanjang perjalanan kariernya, ia telah menangani tidak kurang dari 100 kasus kekerasan dan pelecehan yang menimpa perempuan, anak, serta kelompok rentan lainnya.
Langkah Awal: Menciptakan Rasa Aman bagi Korban
Menurut pengalaman Rissa, langkah pertama yang paling krusial dalam menangani anak korban pelecehan adalah menciptakan perasaan aman, nyaman, dan terlindungi. Ia secara aktif berusaha menghapus stigma 'menyeramkan' yang sering melekat pada citra polisi di mata korban.
"Yang saya lakukan terkait anak-anak korban pelecehan, mereka datang ke sini kita hilangkan dulu rasa takut, rasa tidak nyaman berada di kantor polisi, seakan-akan polisi itu mengerikan," ujar Rissa dalam Hoegeng Corner 2025 detikPagi.
Artikel Terkait
Hakim Nonaktif PN Depok Ajukan Praperadilan, KPK Hormati dan Minta Penundaan Sidang
Harga Perak Antam Melonjak Rp2.100, Tembus Rp46.550 per Gram
Gubernur Jateng Soroti Kolaborasi Antar-Lembaga dan Apresiasi Kelancaran Mudik Lebaran
Tiga Pelaku Penculikan Pelajar di Tangerang Beraksi dengan Modus Polisi Palsu