Pemprov DKI Jakarta Siagakan Pasukan Biru Hadapi Banjir Rob 6-9 November 2025
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada 6-9 November 2025 di wilayah pesisir Jakarta. Kesiapsiagaan ini mencakup penyiapan tim tanggap darurat dan infrastruktur pendukung.
Pasukan Biru Disiagakan di 7 Titik Rawan Banjir Rob
Pasukan Biru atau tim tanggap darurat dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah disiagakan penuh di tujuh wilayah rawan utama, meliputi Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, Pasar Ikan, Ancol Marina dan JIS, Tanjung Priok dan Kali Baru, serta Marunda.
Kesiapan Infrastruktur Pompa Air
Seluruh 560 unit pompa stasioner di 11 kelurahan pesisir dipastikan dalam kondisi siap beroperasi dengan kapasitas total mencapai 1,2 juta liter per menit. Ditambah dengan 50 pompa mobile untuk penanganan cepat di titik genangan darurat. Tingkat fungsi optimal pompa mencapai 95% setelah perawatan yang diselesaikan Oktober lalu.
Operasi Modifikasi Cuaca dan Solusi Alami
Untuk mengantisipasi hujan ekstrem yang dapat memperburuk kondisi rob, DKI Jakarta menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) bekerja sama dengan BMKG dan TNI AU pada 5-10 November 2025. Pendekatan nature-based solution juga diterapkan melalui pembangunan waduk, situ, embung penahan air, serta restorasi mangrove di pesisir utara Jakarta.
Kondisi Infrastruktur Pesisir dan Penanganan Darurat
Laporan Dinas SDA per 4 November 2025 menunjukkan kondisi infrastruktur pesisir secara umum stabil. Namun, terdapat 5 titik tanggul roboh dan 3 titik longsor di kawasan Muara Baru dan Tanjung Priok. Sebagai langkah cepat, telah dibangun tanggul darurat setebal 1-2 meter menggunakan karung pasir dan geomembran dengan pengawasan 24 jam.
Kesiapan Evakuasi dan Fasilitas Pendukung
BPBD DKI Jakarta telah mengaktifkan protokol standar penanganan bencana rob dengan menyiapkan 257 lokasi pengungsian di Jakarta Utara dan Timur berkapasitas hampir 40 ribu orang. Fasilitas pendukung meliputi 200 unit toilet portabel, pasokan air bersih, disinfektan, makanan siap saji, dan obat-obatan. Evakuasi akan dilakukan 24 jam sebelum puncak rob jika diperlukan dengan dukungan transportasi gratis dari Transjakarta.
Masyarakat diimbau memantau ketinggian air melalui aplikasi JAKI atau hotline 112, serta menyiapkan evakuasi mandiri jika air mulai naik.
Artikel Terkait
Pemerintah Terbitkan PP Penertiban Tanah Telantar, Ancaman Pengambilalihan untuk Pemilik Lahan Mangkrak
Gempa 6,2 Magnitudo di Pacitan Tewaskan Satu Warga
KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap Bea Cukai, Temukan Safe House Penimbunan
Ibu Hamil 19 Tahun Tewas dengan Luka Gorok di Leher di Lebong